11 Desa di Kabupaten Bogor terisolir, tak dilewati angkot – Arenaberita.com

11 Desa di Kabupaten Bogor terisolir, tak dilewati angkot – Arenaberita.com

Arenaberita.comGuna mempermudah dan mempercepat proses pertumbuhan ekonomi di daerah terisolir namun masuk dalam kawasan strategis, Pemkab Bogor memberikan bantuan 11 unit angkutan umum jenis minibus ke 11 desa yang ada di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan bantuan mobil angkutan tersebut merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai sarana transportasi kendaraan yang tidak ada angkutan trayek, dan juga membuka daerah yang terisolir.

“Sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di beberapa desa yang sesungguhnya masuk kawasan strategis, namun belum memiliki trayek angkutan umum dan juga digunakan para anak untuk bersekolah serta mengangkut hasil pertanian,” kata Nurhayanti, Kamis (9/2).

Ia menjelaskan, angkutan tersebut nantinya dikelola desa yang sudah berdiri Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Pihaknya juga menjamin, masyarakat yang hendak memanfaatkan angkutan tersebut untuk kepentingan pendidikan dan ekonomi tidak dipungut biaya.

“Nanti angkutan tersebut dikelola oleh Bumdes di desa masing-masing dan masyarakat yang mengunakan angkutan tersebut tidak dikenakan biaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Edi Wardani mengatakan pihaknya akan menambah mobil angkutan ke seluruh desa yang ada di Kabupaten Bogor.

“Program pembagian 11 unit angkutan desa ini rencananya akan terus dilakukan secara merata di seluruh desa. Tahap pertama untuk 11 desa dulu, yang kemudian kita akan evaluasi terkait keberadaan angkutan tersebut efektif atau tidak agar bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Pihaknya berjanji akan terus melakukan pengawasan dan perdampingan terkait bantuan 11 unit minibus di 11 desa itu. Adapun penerima sebelas desa tersebut yakni Desa Kiara Pandak, Desa Cisarua, Desa Cileksa, Desa Pasir Mandang, Desa Kiara Sari yang ada di Kecamatan Sukajaya, sedangkan Desa Benteng, Desa Tegal Waru di Kecamatan Ciampea, Desa Purasari dan Desa Pabangbong Kecamatan Leuwiliang, Desa Banyu Asih Kecamatan Cigudeg, Desa Sirna Rasa Kecamatan Tanjung Sari.

“Saya harap jangan sampai angkutan ini digunakan untuk kepentingan politik, baik itu kampanye atau operasional partai tertentu,” pungkasnya. [cob]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *