Warga Penjaringan mengeluh tak bisa mencoblos saat Pilgub DKI-ArenaBerita.com

Warga Penjaringan mengeluh tak bisa mencoblos saat Pilgub DKI-ArenaBerita.com

ArenaBerita.comWarga Kebon Tebu, Penjaringan, Jakarta Utara mengeluhkan tak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilgub DKI Jakarta 15 Februari 2017. Sebab masa berlaku KTP mereka telah habis. Hal itu disampaikan warga kepada cagubAnies Baswedan saat kampanye.

“Mau ikut nyoblos pak, tapi enggak punya KTP,” kata Iin saat Anies kampanye di RT 19/17, Kampung Kebon Tebu, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (6/2).

Kepada Anies, Iin menceritakan dirinya memiliki KTP yang masa berlakunya telah habis. Namun saat hendak memperpanjang sekaligus mengganti dengan KTP elektronik, petugas kelurahan tak bisa memperbaharui.

Mendengar keluhan Iin, Anies menyayangkan masih ada warga yang masih belum memiliki KTP sebagai salah satu syarat mencoblos. Anies mengatakan, masalah ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Yang tidak punya KTP, tidak diberi KTP adalah pelanggaran hak politik dan Pemda DKI bertanggung jawab,” kata Anies.

Anies meminta Pemerintah Provinsi DKI menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu sepekan. Sehingga warga yang tidak memiliki KTP bisa mencoblos pada 15 Februari.

“Kami akan bisa menuntut supaya warga Jakarta seluruhnya bisa diberi KTP karena mereka tidak bisa memperbaharui KTP,” kata Anies. [noe]

Maling spesialis mesin traktor ditangkap setelah dua tahun buron-ArenaBerita.com

Maling spesialis mesin traktor ditangkap setelah dua tahun buron-ArenaBerita.com

ArenaBerita.comJauh-jauh merantau dari Kabupaten Bangkalan, Madura ke Kabupaten Banyumas, Lutfiady (44) justru menjadi anggota komplotan spesialis maling mesin traktor. Selama dua tahun terakhir, Lutfiady telah menjadi buron Reskrim Polres Cilacap sampai akhirnya berhasil ditangkap.

Dalam pemeriksaan, Lutfiady mengakui telah melakukan pencurian mesin traktor di 27 TKP di Wilayah Kabupaten Cilacap. Mesin-mesin traktor itu dijual dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per unit. Dia menjualnya ke pengepul yang sampai saat ini sedang didalami identitasnya.

Dari gelar perkara yang dilakukan Polres Cilacap pada Senin (6/2), Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto mengatakan, dalam menjalankan aksinya, Lutfiady dibantu empat orang lain yang saat ini buron. Lokasi yang diincar pada umumnya area persawahan yang tengah memasuki masa tanam.

“Empat pelaku lain masih buron. Sedang tersangka kami tangkap di rumahnya di daerah Kemranjen Kabupaten Banyumas,” kata Yudo.

Yudo mengatakan, aksi pencurian mesin traktor sudah meresahkan warga. Sepanjang 2016, banyak warga yang melapor kehilangan mesin traktor saat ditinggal di area sawah. Tersangka mengaku berperan sebagai pemantau sasaran pencurian sekaligus menjual mesin traktor hasil curian.

“Empat lainnya yang masih buron, menurut keterangan tersangka adalah aktor intelektualnya,” imbuhnya.

Dalam menjalankan aksinya, kawanan spesialis pencurian mesin traktor ini menggunakan kunci pas untuk membongkar mesin dari kerangka traktor. Semua aksi dilakukan di malam hari.

Atas perbuatannya, Lutfiady dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan Pemberatan (curat). Polres Cilacap juga terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan para saksi sampai tuntas. Juga mencari dan menangkap pelaku lain serta mencari barang bukti sarana maupun barak bukti mesin traktor curian lainnya. [noe]

Marbot masjid dan rohaniwan bakal gratis naik Transjakarta-ArenaBerita.com

ArenaBerita.comDirektur Utama Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan sebelum cuti Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama telah menginstruksikan perusahaan transportasi pemerintah provinsi DKI Jakarta itu untuk menyediakan tiket gratis bagi marbot (pengurus masjid). Program ini rencananya diperluas juga bagi rohaniwan.

Menindaklanjuti hal tersebut maka Transjakarta saat ini sedang mendata marbot. “Saat ini sedang dalam tahap penyusunan untuk layanan gratis bagi marbot,” ujar Budi di Jakarta, Senin (6/2).

Penyediaan tiket gratis bagi Marbot masih mengalami hambatan karena datanya belum lengkap. Ia menambahkan tiket gratis bagi Marbot merupakan bentuk perhatian dan fasilitas pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Marbot merupakan pribadi yang berjasa, dan penuh pengabdian pelayanan,” tegasnya.

Budi mengharapkan keinginan mulia dengan menyediakan tiket gratis bagi Marbot bisa dirilis sesegera mungkin. Untuk menyediakan tiket gratis bagi Marbot, pihak Transjakarta sudah melakukan komunikasi dan dukungan dari SKPD pemerintah provinsi DKI khususnya Biro Perekonomian DKI Jakarta.

“Kami bangga dan senang bisa dilibatkan dalam program pemprov khususnya yang diberikan untuk mengapresiasi pengabdian Marbot,” katanya. [eko]

 Salam Agent ArenaDewa :

“Foto Mesum Firza Husein, Itu Benar” Kata Kapolada – Arenaberita.com

arenaberita – Iriawan menjelaskan, polisi melakukan pengusutan kasus yang diduga melibatkan Firza dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan cara scientific investigation atau investigasi secara ilmiah.

“Kita tak butuh pengakuan, yang penting nanti sesuai dengan scientific investigation, itu tidak bisa dibantah,” kata Iriawan saat menghadiri silatuhrami Kamtibmas di Warakas, Jakarta Utara, Minggu (5/2/2017).

Iriawan mengatakan, berdasarkan hasil penggeledahan yang dilakukan di rumah Firza pada Rabu (1/2/2017), penyidik menemukan beberapa kesamaan antara yang ditemukan di lapangan dengan yang ada di dalam video yang beredar.

“Dari fakta yang ada pun, adanya TV yang sama dengan yang ada di gambar, itu tak bisa dibantah. Ada meja yang sama itu juga tak bisa dibantah,” jelas Iriawan.

Menurut Iriawan, apa yang ditemukan pihaknya identik dengan apa yang tersebar di dalam video yang beredar di masyarakat.

“Ya, identik. Bukti-buktinya identik. Rumahnya identik. Tegelnya identik. Semua identik,” tutur mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Foto Bugil Firza Husein Dan Video Peselingkuhan Dengan Habib Rizieq-ArenaBerita.com

Foto Bugil Firza Husein Dan Video Peselingkuhan Dengan Habib Rizieq-ArenaBerita.com

Foto bugil dan chat mesum di sebuah video yang memaparkan perselingkuhan Habib Rizieq dengan janda Firza Husein menjadi viral dan heboh di internet.

ArenaBerita.com – Video Firza Husein itu terdengar menuturkan soal perselingkuhannya dengan Habib Rizieq. Tidak hanya video berisi rekaman suara, foto mirip Firza Husein berpose bugil juga beredar dengan screenshoot Whatsapp.

Seketika menjadi heboh masyarakan yang menyaksikan video viral perselingkuhan Habib Rizieq dengan seorang janda bernama Firza Husein itu langsung menjadi perbincangan publik di media sosial.

Video itu menampilkan potongan Habib Rizieq yang tengah berceramah. Jadi singkatnya iman kepada Allah ialah laksanakan segala perintahnya dan tinggalkan larangannya. Mana kala kita terlanjur berbuat dosa sengaja ataupun tidak sengaja, akui saja kalau itu dosa, akui saja kalau itu dosa, akui saja kalau itu dosa,” begitu kata Rizieq dalam video.

Video Hot Peselingkuhan Firza Husein Dengan Habib Rizieq

Video itu juga menampilkan beberapa foto Habib Rizieq dengan istrinya, Firza Husein, wanita yang dituding selingkuh dengan Rizieq juga ada. Ia bahkan terlihat akrab dengan istri Rizieq.

Pada bagian lain, muncul screenshot pesan WhatsApp. Terlihat akun Whatsapp tersebut milik Rizieq.

Chat Mesum Vulgar Firza Husein dengan Habib Rizieq

Yang bikin heboh ialah pesan tersebut berisi percakapan yang berbau vulgar dan mesum. Tidak hanya itu, juga terdapat banyak foto bugil yang diduga itu adalah foto Firza yang dikirimkan untuk Rizieq.

Foto Bugil Firza Husein

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun gerilya politik. Namun, berselang beberapa saat saat video itu jadi viral, video tersebut lalu dicabut YouTube. Lihat juga : Foto Hot Artis Janda Muda Yang Pernah Heboh Di Indonesia

Tapi, malam ini, video tersebut kembali diunggah oleh salah satu akun. “Video asli Rizieq Firza dari gerilya politik dicabut YouTube. Ini ada yang share lagi, paling bentar lagi juga dicabut.

Lalu siapa Firza Husein?

Firza Husein adalah Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana. Namanya pertama kali mencuat ke publik saat Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangani kasus dugaan makar yang menyeret sejumlah aktivis dan tokoh nasional.

Firza Husein adalah salah satu dari 10 tokoh yang ditangkap atas tuduhan makar menjelang aksi damai 2 Desember 2012 di kawasan Monumen Nasional. Firza dituntut dengan pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP (makar).

Firza ditangkap di Hotel San Pasific Jakarta Rabu, (2/12/2016) pada pukul 16.30 WIB. Ia mengaku menjadi seorang pengagum berat Soeharto, mantan Presiden RI Ke-2 yang terkenal dengan julukan Bapak Pembangunan Indonesia ini.

Firza menuturkan dirinya juga turut diamankan polisi karena tuduhan dugaan melakukan makar. Namun pada saat itu dirinya diperbolehkan pulang dan tidak ikut ditahan seperti 3 aktivis lainnya.

Kala itu, Firza Husein ditahan polisi karena dia diketahui sebagai salah satu pemegang dana dugaan makar.

Sempat menjadi trending topic di media sosial ternyata tak lantas membuat lawan-lawan politik Habib Rizieq memanfaatkan momen ini untuk menyerangnya.

Justru mereka yang kontra dengan Habib Rizieq seperti dari kalangan kelompok pendukung Ahok malah membelanya.

Nong Darol Mahmada, misalnya, aktivis perempuan pendukung pasangan Ahok-Djarot yang vokal di media sosial itu menyetujui agar isu tudingan perselingkuhan yang dituduhkan pada Habib Rizieq agar tak disebarkan.

Sikap Nong itu berawal dari pernyataan Akhmad Sahal yang getol kontra dengan Habib Rizieq menyatakan pendapat yang diamini Nong.

“JANGAN KITA NYEBAR ISU ZINA UTK MENYERANG ORANG YG KITA BENCI. KALO ISUNYA TEK TERBUKTI, ITU FITNAH. KALO BENAR, TETEP ITU CARA YG NORAK.,” UJAR AKHMAD SAHAL.

Nong pun menyepakati apa yang diungkapkan Sahal.

“SAYA IKUT PENDAPAT SAHAL,” UCAPNYA.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq kembali menjadi bincangan di sosial media. Sebuah video bertajuk Terbongkar Perselingkuhan Habib Rizieq Shihab di YouTube jadi viral hari ini.

 

Infokami Portal News : Belum tentu skandal video hot dan foto telanjang Firza Husein dengan Habib Rizieq ini asli dan benar adanya, masih perlu pembuktian dan fakta.

Firza Husein Angkat Bicara Soal Temuan Polisi – Arenaberita.com

arenaberita – Penasihat hukum Firza Husein, Aziz Yanuar, menanggapi isi video lanjutan yang mengesankan kecocokan foto lokasi-lokasi diduga Firza sedang bugil dengan foto-foto yang beredar di video viral pada situs baladacintarizieq. Dia menduga si pembuat video adalah orang yang dengan leluasa masuk ke rumah kliennya dan sempat menguasai ponsel kliennya.

“Kalaupun misalnya ada foto ubin, seprai, TV yang sama, menurut Anda, fotonya itu ada orang datang ke rumahnya (Firza) atau Bu Firza yang mungkin ambil foto kamar mandinya, TV-nya, seprainya? Kalau begitu, yang ke rumahnya kemarin-kemarin itu, yang foto-foto siapa?” ujar Aziz ketika dihubungi detikcom, Sabtu (4/4/2017).

 Aziz kembali menegaskan foto-foto syur diduga kliennya itu tidaklah benar dan mungkin hasil rekayasa. Dia berandai, seseorang mengambil foto-foto pribadi Firza dan mengedit sedemikian rupa dari yang memakai pakaian lengkap menjadi terlihat bugil.

“Misalnya ternyata memang Bu Firza, misalnya punya foto rumahnya dia, TV-nya dia, atau punya foto dia lagi di kamarnya (dalam kondisi) ada TV, ada itu, tapi dengan baju yang lengkap ya, terus diambil fotonya itu untuk diedit, direkayasa, bisa nggak? Kemungkinan bisa,” ucap Aziz.

Kecurigaan Aziz mengerucut pada pihak yang menguasai ponsel Firza Husein sejak tanggal 2 hingga 6 Desember 2016. Diketahui Firza Husein diamankan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2016 atas dugaan makar.

Meski statusnya tersangka, Firza tidak ditahan penyidik dengan alasan kooperatif saat itu.

“Yang ngambil fotonya itu siapa? Yang megang HP-nya dari tanggal 2 (Desember) sampai tanggal 6 (Desember) siapa? Orang bertanya-tanya, siapa yang ambil handphone-nya dari tanggal 2 sampai tanggal 6? Karena viralnya setelah itu (Firza diamankan polisi), kan?” kata Aziz.

Kasus Ahok Tetap Kondusif Meskipun Taktik ‘Mau Nabok’ Pinjam Tangan NU Gagal – arenaberita

arenaberita – Saya baru sadar mengapa KH. Ma’ruf Amin dijadikan sebagai saksi di akhir-akhir laga. Bukan kesaksiannya yang penting. Tapi, reaksi Ahok dan Kuasa Hukumnya atas kesaksiannya yang penting. Aktor di balik layar kasus Ahok ini tahu bahwa Kuasa Hukum Ahok bukan orang sembarangan. Mereka terpanggil untuk membela Ahok bukan karena materi tapi karena kebenaran. Lewat substansi kesaksian akan mustahil memberatkan Ahok.

Terbukti dari sidang-sidang sebelumnya. Secara substansi, tidak ada kesaksian dari para saksi pelapor yang beres. Kesaksian mereka justru memberikan panggung untuk Ahok mengungkap segala macam kebohongan kasusnya. Hasilnya, beberapa saksi dilaporkan karena memberikan kesaksian palsu.

Melihat rentetan kegagalan ini, perlu dilakukan terobosan baru. Nggak apa-apa kalah secara substansi, tapi dari kesaksian tersebut bisa menimbulkan semacam kegaduhan. Lalu, dipasanglah KH. Ma’ruf Amin yang merupakan Ketua Umum MUI sekaligus Rais Aam PBNU.

Kiai Ma’ruf punya dua jabatan penting yang bisa menyulut emosi umat Islam.
Perlu dipertanyakan, mengapa harus Kiai Ma’ruf? Beliau sudah sepuh. Akan terlalu menguras tenaga jika mengikuti sidang berjam-jam lamanya. Itulah mengapa, pihak MUI protes terhadap Ahok dan pengacaranya, terkait lamanya pertanyaan atas Kiai Ma’ruf. Seakan-akan, Ahok dan kuasa hukumnya salah jika melemparkan banyak pertanyaan ke beliau.

Dalam pengadilan, itu sah-sah saja. Justru, kalau mau protes, ya protes ke Jaksa Penuntut Umum, kan mereka yang undang. Seharusnya, pihak MUI kan sudah tahu kalau proses sidang memang lama dan siap-siap dikuliti dari A sampai Z. Untuk itu, mengapa tidak mencari penggantinya saja? Dalam Pasal 170 KUHAP sebenarnya, Kiai Ma’ruf bisa menolak menjadi saksi, tapi siapa yang memaksa beliau?

MUI dan yang kaum sedasteran garis cingkrang mulai menyerang Ahok dan para pendukungnya lewat ini. Serangan ini bukan untuk mempengaruhi sidang dan keputusan hakim. Tapi serangan ini dilancarkan untuk menyulut emosi umat. Terutama mereka yang bersumbu pendek.

Mereka bermain playing victim bahwa ulama sedang dihinakan. Ahok dan pengacaranya dianggap sangat kasar, sarkastik, melecehkan dan menghina marwah Kiai Ma’ruf. Tidak hanya itu, pengacara Ahok dinilai sangat tendensius bertanya, apalagi seputar masa lalu Kiai Ma’ruf saat menjadi Wantimpres era SBY. Padahal, apa salahnya bertanya seperti itu? Itu kan untuk menilai seberapa obyektif kesaksiannya.

Dan yang lebih keterlaluan lagi adalah mereka bawa-bawa NU. Memang, Kiai Ma’ruf adalah Rais Aam NU, tapi ia bersaksi sebagai Ketua Umum MUI. Tapi, yang namanya sumbu pendek, akan menghalalkan segala cara untuk membenturkan pihak lain untuk turut berperang lawan Ahok. Inilah yang diinginkan oleh sang desainer.

Kalau kita perhatikan jalannya sidang. Banyak sekali kejanggalan dari apa yang disampaikan Kiai Ma’ruf. Mulai dari ia tak melihat langsung videonya. Lalu, ia mengatakan, MUI telah menurunkan tim investigasi ke Kepulauan Seribu pada tanggal 1-5 Oktober, padahal Buni Yani baru mengunggah video editannya tanggal 6 Oktober. Belum lagi, MUI Pusat yang langsung mengeluarkan sikap keagamaan tanpa bertabayyun ke Ahok. Dan masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan lainnya.

Secara substansi, kesaksian Kiai Ma’ruf sangat lemah dan sulit untuk memberatkan Ahok. Tapi, bukan itu yang sang desainer inginkan. Sebab, belajar dari sidang-sidang sebelumnya, mereka sudah tahu bahwa tidak akan mampu memberatkan Ahok. Jadi, alternatif lainnya adalah buat lagi kegaduhan.

Apalagi, para aktor, para punggawa serta bidak-bidaknya sedang terlibat berbagai macam kasus. Mereka butuh kegaduhan agar bisa menekan aparat penegak hukum, atau sekedar mengalihkan perhatian. Dan semua harapan itu, mereka letakkan di pundak Kiai Ma’ruf.

Kita lihat sepertinya berhasil. Kaum sumbu pendek garis cingkrang sudah mulai meramaikan jagat media sosial dengan menyebar provokasi bahwa ulama kita sedang dilecehkan. Ulama kita sedang dihinakan. Ini menjadi celah bagi para aktor untuk terus menyulut emosi umat. Persetan dengan substansi sidang. Apalagi, Aa Gym juga sudah angkat bicara lewat akun twitternya. Ia menulis: “Demi Alloh, tak rela KH. Ma’ruf Amin, guru/orang tua/ulama kami, pimpinan MUI yang amat kami hormati cintai, direndahkan dan diancam siapapun”.

Padahal, setelah ceramah di Pulau Pramuka, Aa sudah tidak tampak lagi di media. Saat para sahabatnya sesama alumnus 212 mulai diciduk polisi, Aa tidak pernah berkomentar bahkan muncul di media untuk, minimal, menyatakan rasa prihatinnya. Tentu, dalam posisi seperti itu, nggak ada untungnya buat Aa.

Dan klimaksnya terjadi saat ada pemberitaan di media bahwa Ahok dan kuasa hukumnya akan melaporkan Kiai Ma’ruf. Isu penghinaan ulama pun digoreng kembali sambil ditumis dengan ditambah mecin dalam jumlah besar. Sebab, mecin sangat baik untuk menghambat kinerja nalar.

Tidak berhenti di situ, mereka pun membenturkan Ahok dengan NU. Banyak tokoh-tokoh muda NU seperti Yenny Wahid dan Akhmad Sahal yang memberikan anjuran agar Ahok tidak melaporkan Kiai Ma’ruf. Ini untuk menjaga marwah NU dan Kiai Ma’ruf. Padahal, sebelum ini Ahok dan NU tidak pernah ada masalah. Bahkan, Ahok sangat dekat dengan Gus Dur.

Pihak-pihak makar juga para penggagas GNPF sedang kegirangan. Kisruh antara Ahok dan MUI yang digoreng sedemikian rupa menjadi “upaya melecehkan ulama” lalu ditumis lagi menjadi “Ahok versus NU”, semua itu bagai hujan deras dari langit di tengah kemarau panjang yang tak berkesudahan.

SBY tentu senang, elektabilitas Ahok bakal terjun bebas lagi. Kasus Sylvi pun akan dipending dulu. Juga, kasus Antasari. Polisi bakal disibukkan lagi oleh demo bela ulama. Begitu pula dengan Rizieq. Ia akan mendapatkan panggung untuk bisa berteriak “kriminalisasi ulama” lebih keras lagi. Munarman, Novel dan Muchsin, mereka akan bersama-sama Rizieq menggemboskan isu “kriminalisasi ulama”.

Negara akan menjadi kacau. Kegaduhan akan terjadi dimana-mana. Dalam kondisi seperti itu, makar jilid dua berpeluang untuk dilakukan. Tentakel-tentakel yang selama ini bersembunyi dalam kesunyian akan muncul ke permukaan dan melakukan manuver-manuver untuk membangkitkan lagi sebuah dinasti dalam demokrasi negeri ini.

Sayang sungguh sayang. Pernyataan Kuasa Hukum Ahok hari ini menuntaskan kegembiraan mereka. Ahok dan kuasa hukumnya tidak terpancing. Malah mereka memberikan klarifikasi bahwa pemberitaan di media yang menyebutkan Ahok akan melaporkan Kiai Ma’ruf, itu keliru.

Menurut kuasa hukum Ahok, apa yang Ahok katakan di persidangan, yang akan memproses secara hukum saksi, itu tidak tertuju kepada Kiai Ma’ruf. Yang dimaksud itu adalah saksi-saksi pelapor, bukan saksi ahli. Oleh karenanya, tidak benar pemberitaan yang menyebutkan Ahok akan melaporkan Kiai Ma’ruf.

Kuasa hukum Ahok sudah tahu bahwa ada pihak-pihak yang sedang memancing di air keruh. Mereka memanfaatkan celah-celah kecil dalam sidang. Padahal, dalam sidang, tentu bakal terjadi kontra argumen. Tapi, dalam situasi seperti ini, hal yang wajar pun bisa digoreng untuk menaikkan isu “penghinaan ulama”. Sayangnya, Ahok dan kuasa hukumnya telah memberikan klarifikasi yang membuat NU akan menyudahi kekisruhan yang sempat terjadi.

Ahok tetap di atas angin. Sang mantan hanya bisa pasrah menerima keadaan. Gagal maning. Gagal maning. Ra(i)sa-ra(i)sanya begitulah.

Potong bantuan ekonomi buat mantan napi, Firdaus ditangkap petugas – ArenaBerita.com

ArenaBerita.com – Polisi menangkap Ketua Yayasan Taratak Jiwa Hati Firdaus alias David (40) yang diduga melakukan pungutan liar terhadap mantan warga binaan Lapas Muaro Klas II A Padang.

“Yayasan ini bermitra dengan Dinas Sosial Kota Padang untuk menyalurkan bantuan ekonomi kreatif terhadap para mantan napi dan dia diduga memotong uang bantuan tersebut,” kata Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz seperti dilansir Antara, Jumat (3/2).

Ia menerangkan dugaan itu dilakukan pelaku sejak 2016 dalam program bantuan ekonomi kreatif bagi mantan napi tersebut. Dalam program tersebut, pelaku diduga melakukan pemotongan uang bantuan dari Dinas Sosial mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta.

Ia mengatakan penangkapan ini berawal dari adanya laporan dari pihak korban Doni Ronald (34) dan Nurmansyah (54) yang merasa dirugikan terkait dugaan pemotongan santunan itu.

Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi nomor 187/A/II/2017/SPKT Unit II Polresta Padang pada Kamis (2/2) Dari keterangan yang didapat dari korban, mereka berdua mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta dari program ini.

Namun pelaku sebagai pihak yang melakukan penyaluran bantuan diduga melakukan pemotongan uang tersebut. Setelah mendapatkan informasi, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelaku.

“Didukung bukti yang kuat, kami langsung menangkap pelaku di yayasan miliknya di Komplek Mukito Permai, Kecamatan Koto Tangah,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita uang sebanyak Rp7,15 juta dan 46 buku tabungan Bank Mandiri atas nama korban.

Ia mengatakan tersangka akan dikenakan sanksi Pasal 8 Tindak pidana Korupsi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dan atau pasal 374 jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman paling singkat tiga tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara.

Sementara Ketua Satuan Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Padang, AKBP Tommy Bambang Irawan mengatakan uang yang diduga dipotong itu digunakan untuk memenuhi kebutuhannya tanpa ada persetujuan dari mantan warga binaan.

“Ada sekitar 64 orang warga binaan yang ditangani oleh yayasan tersebut dalam penyaluran bantuan itu,” katanya. [msh]

Topik berita Terkait:
  1. Pungutan Liar
  2. Padang
  3. Jakarta

Disebut pakai ilmu hitam, canda Ahok ‘gue tiup nih kok gak melayang’ – ArenaBerita.com

ArenaBerita.com – Syamsu Hilal Chaniago, salah satu pelapor kasus dugaan penodaan agama, merasakan nuansa mistis ketika menjalani sidang kasus penistaan agama. Tersangka kasus tersebut, Basuki Tjahaja Purnama, tertawa terbahak-bahak saat dituding menggunakan ilmu hitam.

“Hebat dong. Gue tiup loh, ilmu hitam gue tinggi nih. Tapi kok enggak melayang ya,” kelakar Ahok, sapaan Basuki, di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/2).

Dia justru balik curiga ada pihak yang menyerangnya dengan ilmu hitam. Namun karena tidak mempan sehingga ada informasi atau berita yang menyatakan bahwa dirinya pengguna ilmu hitam.

Ahok mengungkapkan, kasus serupa juga pernah terjadi kala dirinya maju sebagai calon gubernur Bangka Belitung. Ada salah seorang pesaingnya yang mencoba menyerangnya menggunakan ilmu hitam, sayangnya cara tersebut sia-sia.

“Dulu ada lawan gue waktu calon Gubernur Bangka Belitung, dia dah keliling orang pakai ilmu hitam hantam gue, gak mempan, makanya dia bilang ilmu gue tinggi. Padahal ilmu gue cuma pasrah sama Tuhan,” tutup Ahok.

Sebelumnya, Syamsu Hilal Chaniago, merasakan nuansa mistis ketika menjalani sidang sebagai saksi di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

“Ada yang aneh dalam persidangan, ada indikasi tim kuasa hukum Ahok menggunakan magic. Kita perhatikan ada satu orang yang selalu duduk di belakang saksi, selalu itu. Dan ada dua orang lagi kakek-kakek dan nenek-nenek,” ujar Syamsu ketika menghadiri acara diskusi bertajuk Akankah Ahok dipenjara di gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2).

Syamsu juga mengungkapkan kejanggalan lain yang dirasakannya saat berada di ruang persidangan. Menurut pengamatannya, jaksa penuntut umum selalu mengantuk.

“Yang kemarin di sidang Ahok jaksa pada ngantuk, “kata dia.

Itu sebabnya, Syamsu sampai mendatangkan seorang ahli ruqyah bernama Ustaz Sahal untuk menangkal keanehan itu.

“Nah indikasinya kelihatan kemarin ada perubahan, ustaz Sahal mengatakan ada tiga orang, itu indikasinya,” kata Syamsu.

Syamsu mendatangkan ahli ruqyah agar jangan sampai hal-hal mistis mempengaruhi sikap jaksa dan hakim. [lia]

Salam Agent ArenaDewa :

Topik berita Terkait:
  1. Ahok Djarot
  2. Pilgub DKI
  3. Jakarta

Kuasa Hukum AHOK : SBY Protes Penyadapan

arenaberita – Humprey Djemat, salah seorang kuasa hukum terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mempertanyakan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang merasa disadap.

Humprey mengatakan, selama persidangan pada Selasa (1/2/2017) kemarin, dia tidak sama sekali menyebut kata “rekaman”.

“Jadi, jangan mengambil kesimpulan sendiri. Memang kita bilang rekaman? Kan tidak ada. Kenapa dibilang rekaman,” kata Djemat saat ditemui di kawasan Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017).

Menurut Djemat, saat persidangan yang beragendakan mendengarkan kesaksian Ketua MUI Ma’ruf Amin itu, dia hanya menyebut ada komunikasi antara Ma’ruf dan SBY. Dia mengatakan, komunikasi yang disebutnya bisa dalam berbagai bentuk.

“Ada orang yang dengar kan juga bisa. Komunikasi itu pembicaraan yang bisa didukung dengan adanya alat bukti. Bisa saksi orang, atau ada pembicaraan yang divideokan,” ujar Djemat.

Saat menggelar jumpa pers siang ini, SBY meminta agar dugaan penyadapan yang dilakukan terhadap pembicaraannya dengan Ma’ruf diusut.

Oleh karena merasa percakapannya disadap, SBY menganggap haknya telah diinjak-injak.

Menanggapi hal itu, Humprey menilai ucapan SBY merupakan opini pribadinya.

“Jangan terpaku pada omongan Pak SBY. Itu kan pendapat beliau,” ucap Humprey.