Kejati DKI terima SPDP terkait kasus makar Firza Husein – ArenaBerita.com

ArenaBerita.comKejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Firza Husein terkait kasus dugaan makar. Saat ini, Firza masih mendekam di Mako Brimob, Kepala Dua, Depok.

“Diluruskan ya, kami baru terima SPDP soal kasus makar sedangkan pornografi belum kita terima,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejagung, Waluyo kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Petugas Polda Metro Jaya menangkap Firza Husein terkait dugaan upaya makar di rumah keluarganya Jalan Makmur Jakarta Timur pada Selasa (31/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Iya tadi pagi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta, Selasa.

Pengacara Firza, Aldwin Rahadian mempertanyakan langkah polisi menangkap kliennya tersebut.

Aldwin mengungkapkan sejumlah polisi mendatangi rumah keluarga Firza dan menunjukkan surat penangkapan terhadap kliennya itu. Selanjutnya, petugas membawa Firza didampingi pengacara ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Aldwin menuturkan selama ini Firza kooperatif menjalani dan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan upaya makar itu. Polisi juga tengah menangani kasus terkait Firza Husein dugaan foto bermuatan pornograsi yang tersebar melalui pesan singkat (whatsapp). [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Firza Husein
  2. Jakarta

Salam Admin ArenaDewa ;

Sembilan Hari Jelang Pencoblosan, Anies Silaturahmi ke Kantor Muhammadiyah DKI-ArenaBerita.com

Sembilan Hari Jelang Pencoblosan, Anies Silaturahmi ke Kantor Muhammadiyah DKI-ArenaBerita.com

Laporan Wartawan ArenaBerita,

ArenaBerita.com – Sembilan hari menjelang pemungutan suara Pilkada DKI 2017, Calon Gubernur Jakarta Anies Baswedan bersilaturahmi ke kantor pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI di jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).

Tiba di Kantor tersebut Anies langsung disambut ketua PWM Sun’an Miskan dan sekretaris jenderal PWM, Nuswantoro. Mereka kemudian melakukan pertemuan tertutup sebelum memberikan keterangan kepada wartawan.

Usai menggelar pertemuan Anies mengatakan jika kedatangannya merupakan bagian dari silaturahmi.

Bagi Anies, Muhammidayah merupakan keluarganya. Dalam pertemuan tersebut Anies mengaku banyak menerima masukan dan nasehat mengenai permasalahan yang ada di Jakarta.

“Tadi kita silaturahmi, dan saya banyak menerima masukan dan nasehat mengenai permasalahan yang ada dan bagaimana langkah-langkah untuk menyelesaikannya,” kata Anies.

Sementara itu ketua PWM Sun’an Miskan mengatakan pertemuan dengan Anies merupakan rencana lama yang baru terealisasi.

Senada dengan Anies, Sunan mengatakan jika Anies dan Sandiga Uno merupakan bagian dari keluarga Muhammadiyah.

‎”Pak Anies merupakan keluarga Muhammadiyah, Pak Sandi orang dalam Muhammadiyah. Beliau itu anggota Badan Universitas Muhammadiyah Jakarta,” katanya.

Menurut Sunan dalam pertemuannya dengan Anies, pihaknya saling bertukar pikiran soal permasalahan di Jakarta. Dan ternyata antara PWM Muhammadiyah dengan pasangan Anies-sandi memiliki kesamaan pandangan.

“Yaitu menjadikan Jakarta sebagai ibukota yang penduduk dan pemimpin berakhlak mulia dan bersahabat dan berkemajuan, itu persamaan buat kami akrab berdialog. Kami betul merasa bahagia punya calon gubernur yang visi sama dengan kita,” katanya.

‎Meskipun demikian, Sekjen PWM, Nuswantoro mengatakan dengan pertemuan tersebut bukan berarti lembaganya mendukung pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI.

Berdasarkan aturan, PWM tidak boleh secara resmi menyatakan dukungan atau menolak dukungan terhadap pasangan calon dalam Pilkada.

“‎Tapi warga kami sudah cerdas, dan secara pribadi ada kader Muhammadiyah sudah jadi relawan mas Anies dan bang Sandi,” pungkasnya.

Potong bantuan ekonomi buat mantan napi, Firdaus ditangkap petugas – ArenaBerita.com

ArenaBerita.com – Polisi menangkap Ketua Yayasan Taratak Jiwa Hati Firdaus alias David (40) yang diduga melakukan pungutan liar terhadap mantan warga binaan Lapas Muaro Klas II A Padang.

“Yayasan ini bermitra dengan Dinas Sosial Kota Padang untuk menyalurkan bantuan ekonomi kreatif terhadap para mantan napi dan dia diduga memotong uang bantuan tersebut,” kata Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz seperti dilansir Antara, Jumat (3/2).

Ia menerangkan dugaan itu dilakukan pelaku sejak 2016 dalam program bantuan ekonomi kreatif bagi mantan napi tersebut. Dalam program tersebut, pelaku diduga melakukan pemotongan uang bantuan dari Dinas Sosial mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta.

Ia mengatakan penangkapan ini berawal dari adanya laporan dari pihak korban Doni Ronald (34) dan Nurmansyah (54) yang merasa dirugikan terkait dugaan pemotongan santunan itu.

Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi nomor 187/A/II/2017/SPKT Unit II Polresta Padang pada Kamis (2/2) Dari keterangan yang didapat dari korban, mereka berdua mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta dari program ini.

Namun pelaku sebagai pihak yang melakukan penyaluran bantuan diduga melakukan pemotongan uang tersebut. Setelah mendapatkan informasi, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelaku.

“Didukung bukti yang kuat, kami langsung menangkap pelaku di yayasan miliknya di Komplek Mukito Permai, Kecamatan Koto Tangah,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita uang sebanyak Rp7,15 juta dan 46 buku tabungan Bank Mandiri atas nama korban.

Ia mengatakan tersangka akan dikenakan sanksi Pasal 8 Tindak pidana Korupsi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dan atau pasal 374 jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman paling singkat tiga tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara.

Sementara Ketua Satuan Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Padang, AKBP Tommy Bambang Irawan mengatakan uang yang diduga dipotong itu digunakan untuk memenuhi kebutuhannya tanpa ada persetujuan dari mantan warga binaan.

“Ada sekitar 64 orang warga binaan yang ditangani oleh yayasan tersebut dalam penyaluran bantuan itu,” katanya. [msh]

Topik berita Terkait:
  1. Pungutan Liar
  2. Padang
  3. Jakarta

Disebut pakai ilmu hitam, canda Ahok ‘gue tiup nih kok gak melayang’ – ArenaBerita.com

ArenaBerita.com – Syamsu Hilal Chaniago, salah satu pelapor kasus dugaan penodaan agama, merasakan nuansa mistis ketika menjalani sidang kasus penistaan agama. Tersangka kasus tersebut, Basuki Tjahaja Purnama, tertawa terbahak-bahak saat dituding menggunakan ilmu hitam.

“Hebat dong. Gue tiup loh, ilmu hitam gue tinggi nih. Tapi kok enggak melayang ya,” kelakar Ahok, sapaan Basuki, di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/2).

Dia justru balik curiga ada pihak yang menyerangnya dengan ilmu hitam. Namun karena tidak mempan sehingga ada informasi atau berita yang menyatakan bahwa dirinya pengguna ilmu hitam.

Ahok mengungkapkan, kasus serupa juga pernah terjadi kala dirinya maju sebagai calon gubernur Bangka Belitung. Ada salah seorang pesaingnya yang mencoba menyerangnya menggunakan ilmu hitam, sayangnya cara tersebut sia-sia.

“Dulu ada lawan gue waktu calon Gubernur Bangka Belitung, dia dah keliling orang pakai ilmu hitam hantam gue, gak mempan, makanya dia bilang ilmu gue tinggi. Padahal ilmu gue cuma pasrah sama Tuhan,” tutup Ahok.

Sebelumnya, Syamsu Hilal Chaniago, merasakan nuansa mistis ketika menjalani sidang sebagai saksi di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

“Ada yang aneh dalam persidangan, ada indikasi tim kuasa hukum Ahok menggunakan magic. Kita perhatikan ada satu orang yang selalu duduk di belakang saksi, selalu itu. Dan ada dua orang lagi kakek-kakek dan nenek-nenek,” ujar Syamsu ketika menghadiri acara diskusi bertajuk Akankah Ahok dipenjara di gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2).

Syamsu juga mengungkapkan kejanggalan lain yang dirasakannya saat berada di ruang persidangan. Menurut pengamatannya, jaksa penuntut umum selalu mengantuk.

“Yang kemarin di sidang Ahok jaksa pada ngantuk, “kata dia.

Itu sebabnya, Syamsu sampai mendatangkan seorang ahli ruqyah bernama Ustaz Sahal untuk menangkal keanehan itu.

“Nah indikasinya kelihatan kemarin ada perubahan, ustaz Sahal mengatakan ada tiga orang, itu indikasinya,” kata Syamsu.

Syamsu mendatangkan ahli ruqyah agar jangan sampai hal-hal mistis mempengaruhi sikap jaksa dan hakim. [lia]

Salam Agent ArenaDewa :

Topik berita Terkait:
  1. Ahok Djarot
  2. Pilgub DKI
  3. Jakarta

Angka bunuh diri tinggi, Gunungkidul butuh dokter spesialis kejiwaan – ArenaBerita.com

ArenaBerita.comAngka bunuh diri di Gunungkidul menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama Januari 2017 saja, tercatat ada sekitar 6 orang tewas karena bunuh diri dengan cara gantung diri. Gangguan psikologis atau kejiwaan ditengarai menjadi penyebab terbanyak terjadinya kasus bunuh diri di Gunungkidul.

Menanggapi hal ini, Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) berani hidup. Satgas ini berkomitmen dan diberi tugas untuk menekan angka bunuh diri.

“Kita akan terus mengoptimalkan dan meningkatkan komitmen satgas berani hidup. Meskipun demikian, andil masyarakat juga diperlukan. Salah satunya adalah dengan memantau lingkungan sekitar, apakah ada potensi bunuh diri di wilayahnya. Cirinya adalah adanya orang depresi di sekitarnya,” kata Bandingah, Selasa (1/2).

Jika mengetahui ada warga sekitar yang depresi, segera untuk membawanya ke puskesmas terdekat. Dokter di Puskesmas sudah mendapatkan pelatihan untuk penanganan kejiwaan.

“Sebenarnya Pemkab masih kekurangan dokter spesialis kejiwaan di Gunungkidul. Saat ini baru ada satu dokter spesialis kejiwaan di Gunungkidul. Dokter itu ditugaskan di RSUD Gunungkidul,” jelas Badingah.

Badingah menambahkan, Pemkab Gunungkidul berharap ada dokter spesialis kejiwaan yang mau ditempatkan di wilayah Gunungkidul dan sekitarnya. Harapannya, kata Badingah, semakin banyak dokter spesialis kejiwaan yang bekerja di Gunungkidul sehingga bisa melayani lebih banyak lagi warga dan mampu menekan angka bunuh diri.

Adapun kasus bunuh diri tahun 2016 sebanyak 30 orang tewas, dan 3 orang percobaan. Angka kasus bunuh diri di Gunungkidul rata-rata 25 orang pertahun.

Untuk data tertinggi kasus bunuh diri ada di 2012, yakni mencapai angka 39 orang. Kemudian jumlah tersebut turun pada 2013 menjadi 29 kasus. Tahun berikutnya, yaitu 2014 kembali turun menjadi 19 kasus dan tahun 2015 turun menjadi 28 kasus bunuh diri, dan 3 orang percobaan.

Nasabah KSP Pandawa geruduk rumah Nuryanto, sempat ada ketegangan – ArenaBerita.com

ArenaBerita.comLantaran uang belum juga dikembalikan, nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa menggeruduk rumah Nuryanto di Perumahan Palem Ganda Asri, Limo, Depok. Nuryanto merupakan pendiri Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa.

Para nasabah itu ingin bertemu dengan pendiri KSP Pandawa dan meminta uang dikembalikan. Sejak pagi hingga menjelang malam, para nasabah terus berdatangan.

Sempat terjadi ketegangan antara para nasabah dengan pengelola rumah yang dikontrak Salman Nuryanto. Pasalnya para nasabah diminta untuk meninggalkan rumah itu oleh pengelola.

Nasabah bersikukuh tinggal karena menunggu Nuryanto. Beruntung polisi cepat menanggulangi ketegangan itu. Situasi pun kembali kondusif.

Kemudian petugas meminta pihak pengelola rumah untuk memberikan penjelasan secara detail soal status rumah mewah yang pernah ditempati Nuryanto bersama keluarganya itu. Penjelasan tersebut dilakukan agar para nasabah tidak terus berdatangan ke rumah itu.

Pihak pengelola mengakui jika rumah itu sempat dikontrak Nuryanto sejak tiga tahun lalu. Namun mereka tak mengetahui aktifitas Nuryanto di rumah itu.

“Dia (Nuryanto) sudah ngontrak rumah ini dari tiga tahun lalu. Kebetulan kontraknya habis tanggal 2 Februari ini, makanya kami perlu menegaskan di sini bahwa rumah ini bukan milik Pak Nuryanto,” kata Samino, selaku pengelola, Rabu (1/2).

Lebih lanjut Samino menjelaskan, Nuryanto mengontrak rumah berlantai dua ini dengan harga Rp 40 juta per tahun. Di Perumahan Palem Ganda Asri sendiri, ada 44 rumah yang dikontrak para pengelola Pandawa Group.

“Selama ini pembayarannya tidak pernah bermasalah, termasuk Pak Nuryanto. Kalau yang lain belum habis masa kontraknya, jadi kami tidak mendatanginya,” ungkapnya.

Kapolsek Limo Kompol Imran Gultom yang datang ke lokasi mengatakan, kehadiran aparat kepolisian hanya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat semakin banyaknya para nasabah yang terus berdatangan.

Imran juga menegaskan, aparat kepolisian tidak akan bertindak sebagai negosiator.

“Jika ada yang merasa dirugikan, silakan melapor ke kantor polisi,” katanya.

Baca juga:
Kantor KSP Pandawa sepi, pengurus tempel pengumuman
Tak beroperasi lagi, kantor KSP Pandawa di Depok digaris polisi
OJK: Masih ada saja pendidikan S3 ikut investasi bodong
Sepanjang 2016, OJK menerima 801 laporan investasi bodong
Nasabah geruduk rumah pendiri KSP Pandawa minta dana dikembalikan
Baru satu nasabah melapor jadi korban penipuan Pandawa Grup
Pasutri ini sampai utang bank demi investasi di Pandawa

Didatangi Luhut, Kapolda, Pangdam, KH Maruf Amin ajak umat jaga DKI-Arenaberita.com

Arenaberita.comMenteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, Pangdam Jaya Mayjen TNI Tedy Laksmana, dan sejumlah perwira penengah Polri menyambangi kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, di Jalan Deli Lorong 27 Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/2) malam.

KH Maruf Amin mengatakan, dalam pertemuan itu Kapolda dan Pangdam melaporkan kondisi terkini Jakarta. Menurut Maruf ketinya melaporkan kondisi saat ini baik-baik saja.

“Beliau mengunjungi saya, silaturahmi. Saya merasa syukur, bahagia. Beliau tentu melaporkan keadaan, menyampaikan informasi baik-baik saja. Alhamdulillah, dan keadaan memang tidak boleh dirusak. Dijaga, keutuhan negara dan bangsa,” kata KH Maruf Amin.

Sementara itu, kata dia, Luhut mengajak menjaga kondisi ibu kota dan nasional agar kondusif. “Pak Luhut ya juga silalaturahim juga dan beliau tentu mengajak kita sama-sama menjaga situasi ibu kota khususnya dan nasional,” jelasnya.

Dia membantah kunjungan mereka terkait apa yang terjadi di sidang Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) Selasa kemarin. Dalam persidangan itu, Ahok menuding Maruf Amin diminta SBY mengeluarkan fatwa penistaan agama. Ahok bahkan sempat mengancam akan mempolisikan Maruf Amin karena dinilai telah memberikan keterangan palsu.

“Enggak ada (kaitan dengan sidang Ahok). Jangan dikait-kaitkan. Ini biasa saja. Silaturahim saja. Saya ditengok, saya kan orangtua. Jadi ditengokin oleh beliau-beliau ini,” katanya.

Dia meminta agar umat Islam tenang dan tak terprovokasi. Dia meminta agar umat Islam menjaga keadaan bangsa dan negara supaya kondusif.

“Semuanya jangan membuat hal-hal yang bisa merusak suasana dan keadaan,” katanya.

Senada, Irjen Pol M Iriawan mengatakan pertemuan tersebut adalah bentuk silaturahmi. Dia berdalih menyampaikan soal banyaknya investor yang menanamkan investasinya.

“Kami barusan tadi menyampaikan bahwa banyak investor masuk menanamkan investasinya. Berarti tertarik sekali kalau investor menanamkan investasinya di Jakarta secara khusus, dan Indonesia umumnya. Kemudian saya sampaikan situasi ibu kota. Pak Pangdam sekalian,” katanya.

Apa pertemuan ini terkait pernyataan Ahok? “Tak ada. Tadi kan Pak Kiai bicara tidak ada,” jawabnya.

Salam Admin ArenaDewa :

 

Galaknya Antasari Azhar sampai minta SBY tak buat gaduh negeri

ArenaDewa – Kicauan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal juru fitnah dan penyebar hoax tengah berkuasa di akun twitternya @SBYudhoyono, terus menuai komentar dari sejumlah pihak. Ada yang mengomentarinya dengan biasa, ada pula yang bernada galak.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar adalah salah satu yang galak mengomentari kicauan SBY itu. Antasari bahkan meminta SBY tidak membuat gaduh dengan membuat pernyataan di media sosial seolah Presiden Jokowi adalah penguasa hoax.

“Berbicara kebebasan ada undang-undang. Itu sah, masalahnya adalah konten bicara kita. Jangan membuat statemen gaduh, jangan membuat ricuh. Seperti membuat cuitan, yang seakan terkesan penguasa saat ini hoax, saya bukan bela Jokowi, tapi kan negarawan kan tidak begitu. Harusnya beliau menyampaikan, siapapun bebas memberikan komentar, tetapi harus sesuai etika,” kata mantan jaksa ini, Selasa (24/01).

Antasari berharap kegaduhan ini tidak terus dilakukan oleh SBY. Dia meminta SBY jika berkicau di media sosial menyejukkan.

“Saya mengharapkan beliau mantan presiden, kalau tidak mau disebut mantan presiden, oke lah presiden ke-enam lah, kalau komentar atau cuit di twitter harus menyejukan, buat yang saat ini tenang bekerja. Kan bahaya sekali kalau masyarakat yang awan mengira penguasa sekarang hoax,” terangnya.

Dia lantas menceritakan bagaimana dirinya di dalam penjara selama delapan tahun. “Saya pernah di dalam (penjara) delapan tahun, apa saya pernah teriak-teriak?” ujarnya.

Tak cuma kala itu saja Antasari mengomentari kicauan SBY. Sehari sebelumnya, saat menghadiri acara ulang tahun Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Antasari juga sudah angkat bicara soal kicauan SBY tersebut.

“Ada hal yang begitu penting daripada ngeluh-ngeluh begitu,” kata Antasari usai menghadiri pagelaran Teater Kebangsaan ‘TRIPIKALA’ tertawa bersama Megawati Soekarnoputri di TeaterJakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (23/1).

Antasari menyarankan agar SBY mengungkap kasus pembunuhan bos PT Rajawali, Nasrudin Zulkarnaen, yang menyeretnya ketimbang menghabiskan waktu untuk menyampaikan kegundahan di media sosial.

“Saya justru minta bantu SBY, kalau beliau ingin ciut-cuitan, bantu ungkap kasus saya. SBY bongkar kasus saya. Siapa pelaku sesungguhnya,” ujar dia.

“Daripada beliau cuit-cuit enggak karuan mending bantu saya. Bikin cuit-cuit di twitter, kapan negara ini kacau. Orang enggak kacau,” katanya.

Salam Admin ArenaDewa :

Baca juga:
Antasari Azhar minta SBY ungkap kasusnya daripada cuit di twitter
Sindiran Antasari lihat SBY eksis ngetwit daripada bongkar kasus
Antasari harap SBY tak buat gaduh
PDIP dukung Antasari minta SBY ungkap kasus ketimbang nge-tweet
Barisan pendukung cuitan SBY ‘juru fitnah berkuasa’

KPU bangun puluhan Rumah Pintar Pemilu sebagai pendidikan politik

ArenaDewa : Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat program Rumah Pintar Pemilu (RPP) guna meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu dan pendidikan politik. Tahun 2016, KPU telah membangun rumah demokrasi tersebut di 9 provinsi dan sekitar 60 kabupaten dan kota. Untuk tahun ini, akan dibangun lebih banyak lagi rumah demokrasi yang sama.

“RPP ini kita bangun sebagai pusat informasi dan data pemilu. Sejak pertama kali dibangun hingga sekarang sudah bisa dimanfaatkan oleh semua pihak. Tahun 2017 Sukoharjo melaunching terlebih dahulu,” ujar Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro usai meresmikan Rumah Demokrasi di Sukoharjo, Selasa (24/1).

Juri mengakui, pembangunan RPP tidak bisa mengkover semua daerah. Ia menyarankan, bagi KPU di daerah yang mendapat dukungan anggaran bisa juga membangun dan mengembangkannya sendiri sebagai sarana belajar dan pusat data pemilu.

“Dengan pembangunan RPP ini kami berharap bisa digunakan menjadi tempat diskusi maupun studi tentang berdemokrasi dalam penyelenggaraan pemilu. Tujuan akhirnya tentu mampu meningkatkan jumah partisipasi pemilih, terutama dari kalangan pemilih pemula yang saat ini belum begitu tertarik tentang berdemokrasi yang baik,” jelasnya.

Rumah Pintar Pemilu ini, lanjut dia, bisa digunakan untuk kegiatan apa saja berkaitan dengan pemilu dan oleh siapa saja. Termasuk konsultan politik dalam mencari data.

Rumah Demokrasi yang dibangun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo diresmikan oleh Ketua KPU RI. Pusat kegiatan pendidikan dan sosialisasi tentang demokrasi dan politik ini dilengkapi perpustakaan dan dokumentasi proses pemilu sejak tahun 1955. Di ruangan perpustakaan tersebut terdapat banyak buku bacaan politik yang bisa dibaca oleh masyrakat dan pelajar yang ingin mengetahui proses berdemokrasi maupun pelajaran politik.

“Rumah demokrasi ini juga sebagai pusat diskusi dan simulasi pemilu. Ada juga ruang audio visual. Saat ini belum semua data dan dokumen pelaksanaan pemilu ada, kedepan akan diupayakan untuk dilengkapi,” tandasnya.

Salam Admin ArenaDewa

ArenaBerita.com – Diduga Bersaksi Palsu, Ketua FPI DKI Dipolisikan. Ini 3 Data Kepalsuannya, Yang Nomor 3 Bikin Kaget…!

ArenaBerita.com – Tim kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mewakili kliennya melaporkan seorang saksi dalam persidangan kasus perkara dugaan penodaan agama, Muchsin Alatas yang juga Ketua Front Pembela Islam DKI Jakarta. Kuasa hukum Ahok, Wayan Sudirta, bersama rekan-rekannya mendatangi Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, pada Senin malam, 23 Januari 2017.

“Kami sudah melaporkan saudara Muchsin dengan Pasal 242, memberikan keterangan palsu,” kata Wayan usai melapor ke bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu.

 Dalam laporan polisi dengan nomor LP/390/I/2017/PMJ/DIT. RESKRIMUM tanggal 23 Januari 2017, Wayan dan timnya melaporkan Muchsin Alatas atas dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu di bawah sumpah.

Ia menyebutkan, keterangan palsu itu di antaranya:
1. kesaksian Muchsin yang tidak bisa membuktikan bahwa dirinya mengatasnamakan perwakilan 39 organisasi masyarakat untuk melaporkan Ahok.

2. Pengakuan disidang membuat laporan terhadap Ahok pada 3 Oktober 2016, padahal  tanggal 7 Oktober 2016.

3. Klaim tentang adanya ribuan pesan singkat dari masyarakat Kepulauan Seribu yang melaporkan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Faktanya Muchsin tidak bisa menunjukkan ribuan pesan singkat tersebut dengan menyebut sudah dihapus dari ponselnya.

Kuasa hukum Ahok lainnya, Rolas Sitinjak, mengaku membawa sejumlah barang bukti dalam laporan yang dibuatnya. Antara lain rekaman persidangan pada 3 Januari 2017, transkrip persidangan, artikel pemberitaan, dan saksi-saksi. Muchsin merupakan saksi pelapor kedua yang dipolisikan setelah Novel Chaidir Bamukmin.(ArenaBerita.com)