Maraknya Perburuan satwa liar, Badiklat Training Jaksa

0
250

Jakarta, dengan maraknya tindak pidana perdagangan dan perburuan satwa liar dengan kaitannya tindak pidana lain  seperri pencucian uang, kepabeabab,  tentu saha membutuhkan jaksa jaksa yang handal baik dalam yang menangani perkaranya maupun tenaga pengajar, ujar tenaga Badan Pendidikan dab Latihan Kejaksaan Republik Indonesia Untung Arimuladi. 

Jakarta, Senin (21/01) di komplek Bandiklat Kejaksaan RI, Badiklat Kejaksaan RI mengadakan Training of Trainers (TOT)  Penanganan Perkara Tindak Pidana  Perdaganga Satwa Liar yang Dilindungi.

Bandiklat menggandeng Wildfeation Society Indonesia Program. Saat ini spesies satwa liar mengalami penurunan jumlah populasinya diantaranya karena perburuan dan perdagangan ilegal. 

PBB menetapkan tahun 2011 sampai tahun 2020 sebagai dekade keanekaragaman hayati dan menetapkan tujuan dan target strategis keanekaragaman hayatu untuk tahun 2020.

Indonesia merupakan salah satu negara mega biodiversity terpenting di dunia, perkiraan sebanyak 300.000 spesies satwa liar atau 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia, ujar Untung.

Ketua Umun Persatuan Jaksa Indonesja juga menambahkan daribdata Dirjen Ksdae – KLHK, perdagangan ilegal satwa liar menimbulkan kerugian negara sebesar 9 triliun rupiah per tahun. 

Karena itu prlatih TOT di nilai sangat menarik , di sebabkan kegiatan ini masih jarang dilakukan, bahkan belum pernah di laksanakan. 

Tujuan dari TOT sendiri adalah menambah wawasan, profesionalitas serta pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan perkara perdagangan ilegal satwa liar yang di lindungi kepada jaksa sebagai tenaga pengajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here