Bintang Baru PDIP

0
421
Cak Yuhas / Laksamana Muda (P) TNI Yuhastihar

Surabaya, Sabtu (26/01), Dinamika kekuatan partai politik di Indonesia mengalami pasang surut yang dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal partai. Hal itu membuat partai politik berlomba-lomba mengatur setrategi maupun membuat manuver politik untuk meningkatkan kredibelitas dan elektabilitas masing-masing partai.

Salah satu setrategi untuk meningkatkan kredibelitas serta elektabilitas partai adalah dengan cara merekrut kader partai yang telah memiliki kreteria-kreteria yang dikehendaki partai politik, meskipun partai politik itu sendiri telah memiliki kader-kader partai yang kredibel dan elektabiliatsnya tidak diragukan lagi. Hal itu dimaksudkan untuk menambah amunisi partai agar kekuatannya meningkat dan dapat diterima oleh masyarakat luas.

Adalah setrategi tepat yang dilakukan oleh PDIP dengan memilih Laksamana Muda (P) TNI Yuhastihar sebagai kadernya dan menempatkannya pada nomor urut 3 sebagai Calon Legeslatif DPR-RI dapil I Jawa Timur Surabaya-Sidoarjo. Tentunya PDIP juga memperhatikan dan memiliki pertimbangan-pertimbangan lain untuk memberikan mandat kepada Yuhastihar.

Yuhastihar merupakan sosok yang tepat untuk menempati nomor urut 3 dapil I Jawa Timur, disamping Yuhas sapaan akrabnya selama karirnya sebagai seorang prajurit TNI Angkatan Laut pernah bertugas di Surabaya selama 17 tahun, dia beristrikan orang asli Surabaya dan telah dikaruniai tiga orang anak.

Selain itu, Yuhas merupakan Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan pada Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) dan mejadi tenaga pengajar di lembaga tersebut, dimana nilai-nilai kebangsaan saat ini sangat diperlukan sebagai tonggak keutuhan bangsa dan negara.

Menurut Yuhas, apapun tugas yang diberikan oleh partai, merupakan amanah serta tanggung jawab yang harus ia emban dan harus dilaksanakan dengan iklas. Sekalipun, dirinya ditempakan di dapil I yang kata orang notabenenya adalah dapil I neraka. Dapil neraka atau bukan, bagi Yuhas tidak menjadi soal dan yang terpenting dirinya bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Dedikasi dan kredibilitas Yuhas tidak diragukan lagi. Terbukti dengan prestasi-prestasi yang ia raih selama karirnya menjadi prajurit TNI Angkatan Laut. Dia meraih predikat lulusan terbaik Akabri AAL tahun 1983 dan mendapat bintang Adhi Makayasa. Prestasi ditoreh Yuhas kembali setelah lulus S1 jurusan Teknik Elektro STTAL tahun 1994, lulus Sesko-AL 1997 kemudian lulus Lemhanas tahun 2012, lulus S2 di Unkris Jakarta, dan saat ini sedang meyelesaikan Program Doktoral di Universitas Negri Jakarta.

Tidak hanya itu, pria kelahiran Pelembang, 30 Juni 1960 ini, di tahun 1982 hingga 1991 pernah menjabat sebagai Perwira Staf di berbagai jenis kapal perang Koarmatim, perwira pengadaan kapal perang Van speijk Class di Belanda tahun 1985-1986, Dosen di STTAL Kodikal tahun 1994-1996, Jabatan penting sebagai Atase Pertahanan RI di Mesir dan Turki 2003-2006, Karo TU Setjen Kemenhan tahun 2010-2012, sebagai Kadislitbang TNI AL dan Kadiskomlek TNI AL 2012-2013, serta menjadi Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Tenaga Ahli Pengajar Bidang Geopolitik dan Wawasan Nusantara di Lemhanas tahun 2013-2018.

Bentuk Tanda Jasa dan Penghargaan Satya Lencana pun pernah ia raih, seperti Satya Lencana Yudha Dharma Pratama, Satya Lencana Jalasena Pratama, Satya Lencana Yudha Dharma Nararya, Satya Lencana Kesetiaan VII-XVI-XXIV-XXXII.

Penghargaan antara lain, Satya Lencana Adhi Makayasa, Piagam penghargaan Dharma Wiratama Paripurna (lulusan terbaik Sesko-AL), Piagam penghargaan Dharma Wiratama Vidya Wacana (Taskap terbaik Sesko-AL).

Meski telah meraih prestasi dan jabatan penting, penghargaan serta tanda jasa, tidak lantas membuat Yuhas menjadi besar hati. Apalagi PDIP mempercayakan dirinya menjadi Caleg DPR-RI. Justru sebaliknya, saat ini Yuhas tetap menjadi seorang Yuhas yang taat beribadah, sederhana, santun, dan berdedikasi untuk bangsa dan negara. Hal itu ia wujudkan dalam visi dan misinya antara lain:

Visi

1.      Mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 seperti amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

2.      Mewujudkan masyarakat Pancasila dalam bingakai negara kesatuan Indonesia yang mampu sejajar dan sederajat dengan bangsa lain demi kesejahteraan rakyat.

Misi

1.      Membentuk dan membangun persatuan dan kesatuan serta karakter bangsa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan.

2.      Mendidik dan mencerdaskan rakyat melalui pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia demi mewujudkan manusia seutuhnya sesuai cita-cita luhur bangsa dan kejuangan yakni mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bangsa.

3.      Mempertahankan, menyebarluaskan dan melaksanakan Pancasila sebagai dasar, pandangan hidup, tujuan berbangsa dan bernegara.

Dasar dari Visi dan Misinya itulah, Yuhas berusaha untuk memberi kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Surabaya dan Sidoarjo. Soal terpilih atau tidak terpilih menjadi Celeg DPR-RI, Yuhas akan tetap menjanjutkan dedikasinya pada bangsa dan negara 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here