Tentang NPWP: Pengertian, Manfaat, hingga Jenisnya

1 bulan yang lalu 9

Jakarta -

NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana ataupun persyaratan dalam setiap administrasi perpajakan. Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), NPWP juga bisa disebut sebagai tanda pengenal Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.

Menurut UU Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana administrasi dan tanda pengenal dalam menyelesaikan kewajibannya.

Berikut informasi lebih item terkait NPWP

A. Siapa orang yang perlu punya NPWP?

Ada beberapa kategori yang wajib untuk memiliki NPWP, yaitu:

1. Orang pribadi

Kategori orang pribadi dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu:

Orang pribadi (Induk) meliputi Wajib Pajak yang belum menikah dan Wajib Pajak suami sebagai kepala keluargaHidup Berpisah (HB), yaitu wanita yang sudah menikah dan dikenai pajak secara terpisah berdasarkan putusan hakimPisah Harta (PH) merupakan suami-istri yang dikenai pajak terpisah, berdasarkan pemisahan harta dan penghasilan secara tertulisMemilih Terpisah (MT) merupakan Wajib Pajak wanita kawin selain kategori HB dan PH, sebab memilih untuk melakukan hak dan kewajiban atas perpajakannya secara terpisah dari suaminyaWarisan Belum Terbagi (WBT) adalah bentuk kesatuan, dimana subjek dari pajak ini merupakan pengganti. WBT adalah ahli waris

2. Melansir Indonesia.go.id, adapun kategori yang wajib memiliki NPWP lainnya yaitu, Wajib Pajak Badan, yang mana memiliki kewajiban dalam perpajalan sebagai yang membayarkan pajak, memotong dan memungut pajak yang disesuaikan dengan peraturan Undang-Undang perpajakan.

3. Wajib Pajak Badan yang hanya memiliki kewajiban dalam perpajakan sebagai yang memotong atau memungut pajak yang disesuaikan dengan ketentuan peraturan Undang-Undang perpajakan.

4. Bendahara yang mana ditunjuk sebagai yang memotong atau memungut pajak yang disesuaikan dengan ketentuan peraturan UU perpajakan.

5. Wajib pajak pribadi, selain semua yang disebutkan bisa memilih mendaftarkan dirinya untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

B. Jenis NPWP

Berdasarkan jenisnya, NPWP dibedakan menjadi dua, yaitu

NPWP Pribadi yang diberikan kepada setiap orang yang memiliki penghasilan di IndonesiaNPWP Badan yang diberikan kepada perusahaan atau badan usaha yang memiliki penghasilan di Indonesia.

C. Manfaat memiliki NPWP

1. Untuk Urusan Perpajakan

Sebagai kode unik yang selalu digunakan dalam setiap urusan perpajakan yang membuat information perpajakan kamu tidak akan tertukar dengan wajib pajak lainnya.

Apa jadinya bila biaya pajak yang kamu bayar ternyata lebih bayar? Sudah pasti kamu berharap uang tersebut bisa kembali. Secara sederhana, ini yang disebut dengan restitusi pajak. Untuk mengurus proses restitusi itu, syarat utamanya adalah menunjukkan NPWP.

Ada perbedaan besaran tarif pajak bagi mereka yang memiliki NPWP dan tidak memiliki NPWP. Contohnya pada jenis pajak PPh pasal 21. Jika kamu tak punya NPWP, maka tarif pajak yang dikenakan 20% lebih besar daripada wajib pajak yang memiliki NPWP.

2. Untuk urusan di luar perpajakan

Bagi kamu yang berniat mengajukan kredit ke bank, NPWP menjadi dokumen penting yang menjadi syarat pembuatan kredit. Kalau kamu memiliki usaha, sudah seharusnya memiliki NPWP. Sebab, NPWP diperlukan untuk pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Simak Video "Duduk Perkara Bos Kantor Pajak Tinju Bawahan Hingga Tersungkur"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fds)

Sumber:

Disclaimer: Semua artikel dan gambar berasal dari sumber resmi yang telah kami cantumkan pada bagian akhir artikel. Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email [email protected]