Ukraina dan Rusia Perang Lagi Gara-gara 'Rebutan' Sup Bit

1 bulan yang lalu 13

Di tengah perang Ukraina dan Rusia yang masih berlangsung saat ini, UNESCO memberikan kabar baik buat Ukraina. Perang sup borshch dimenangkan oleh Ukraina. Di tengah perang Ukraina dan Rusia yang masih berlangsung saat ini, UNESCO memberikan kabar baik buat Ukraina. Perang sup borshch dimenangkan oleh Ukraina.( iStockphoto/milanfoto0

Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah perang Ukraina dan Rusia yang masih berlangsung saat ini, UNESCO memberikan kabar baik buat Ukraina. Perang sup borshch dimenangkan oleh Ukraina.

Badan kebudayaan PBB pada hari Jumat memasukkan budaya memasak sup borshch di Ukraina dalam daftar warisan budaya yang terancam punah, dalam sebuah langkah yang didesak oleh Kyiv tetapi ditentang keras oleh Moskow.

Ukraina menganggap borshch - sup bergizi kental yang biasanya dibuat dengan spot - sebagai hidangan nasional meskipun juga banyak dikonsumsi di Rusia, negara-negara bekas Soviet lainnya, dan Polandia.


"Borshch Ukraina -- borscht versi nasional yang dikonsumsi di beberapa negara di kawasan ini -- merupakan bagian integral dari kehidupan keluarga dan masyarakat Ukraina".

Budaya memasak borshch Ukraina "hari ini tertulis dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO yang membutuhkan perlindungan mendesak" oleh komite UNESCO dikutip dari AFP.

Keputusan itu disetujui setelah proses jalur cepat yang didorong oleh invasi Rusia ke Ukraina dan memberi dampak negatif pada tradisi ini. Komite mencatat bahwa perang telah "mengancam kelangsungan hidup" budaya membuat sup di Ukraina.

"Pemindahan orang (menimbulkan ancaman)... karena orang tidak hanya bisa memasak atau menanam sayuran lokal untuk borshch, tetapi juga untuk berkumpul... yang merusak kesejahteraan sosial dan budaya masyarakat."

Kyiv memuji langkah itu, dengan Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko mengatakan di Telegram bahwa "kemenangan dalam perang borshch adalah milik kita ... akan menang baik dalam perang borshch dan dalam perang ini."

Namun pihak Rusia tak senang dengan hal ini. Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova mengecam langkah itu sebagai upaya untuk menjadikannya milik "satu orang... satu kebangsaan... Ini adalah xenofobia," katanya.

(chs)

[Gambas:Video CNN]

Sumber:

Disclaimer: Semua artikel dan gambar berasal dari sumber resmi yang telah kami cantumkan pada bagian akhir artikel. Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email [email protected]