Wamenkeu Sebut APBN Tetap Defisit hingga Akhir 2022, Berapa Besar ?

1 bulan yang lalu 19
Selasa, 9 Agustus 2022 13:58 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa hingga akhir tahun ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN akan tetap defisit. Artinya, kata dia, secara nominal, belanja akan tumbuh, sedangkan secara rill nanti akan memandang lebih dulu bagaimana nomor inflasinya berapa.

“Kita tetap membayangkan bahwa tahun ini APBN akan tetap defisit. Belanja negara akan tetap lebih besar dibandingkan dengan penerimaan negara,” ujar dia di acara Live interview Program Economic Update CNBC TV pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Sehingga, kata Suahasil, dampak APBN kepada perekonomian akan tetap dioptimalkan. Tetapi dalam relatif konsumsi, investasi akan berubah, berbeda dengan tahun 2020 di mana semuanya negaratif dan hanya satu-satunya pemerintah yang positif.

Saat ini karena sektor lainnya, bumi upaya dan masyarakat sudah naik dengan sendirinya government expenditure-nya secara nominal tetap akan positif dengan defisit sekeliling 3,9 persen dari produk domestik bruto (PDB) itu. “Ini ialah langkah menuju tahun depan kita APBN-nya lebih sehat, nanti tanggal 16 Agustus diumumkan oleh Presiden Jokowi soal RAPBN 2023,” katanya.

Sementara untuk sasaran PDB, Suahasil akan tetap membayangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di nomor 5-5,2 perse. Dia berharap pada Q3 dan Q4 2022 ini relatifly steady.

“Sehingga artinya kan kemarin kan 5,4 ya kalau di Q3 dan Q4 dapat tetap steady di sekeliling atas 5 kita punya keyakinan bahwa akhir tahun dapat menyetuh nomor 5-5,2 ya, sekeliling nomor itulah,” tutur Suahasil.

Suahasil juga mengungkapkan langkah pemerintah untuk mmebuat APBN selalu dalam kondisi sehat. Dia menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia kalau dilihat dari strukturnya, APBN atau pengeluaran pemerintah di dalam seluruh produk domestik bruto (PDB) hanya sekeliling 15-an persen. 

“Sementara 85 persen lagi siapa yang membentuk PDB yang menciptakan pertumbuhan itu? tak lain ialah bumi usaha, masyarakat,” ujar dia.

Menurut Suahasil, bumi upaya dan masyarakat itu ialah rumah tangga yang di dalamnya ada produsen. Sementara pengeluaran rumah tangga itu namanya konsumsi rumah tangga. Sehingga, kata dia, pemerintah mendorong konsumsinya.

“Nah APBN dapat enggak mendorong konsumsi rumah tangga? Bisa. Dengan acara apa? memastikan harga stabil, itu yang kita lakukan,” tutur Suahasil. “Jadi APBN dapat enggak mendorong investasi dari bumi usaha? Bisa. Dengan membikin harga stabil, biaya energinya kita lakukan stabil.”

Kemudian, ketika upaya memandang pusat-pusat perbelanjaan sudah mulai dikunjungi orang, dan pasar sudah mulai dikunjungi pelanggannya, yang juga berusaha, itu menjadi pembentuk PDB di Indonesia. Suahasil menuturkan, pemerintah harus bicara mengenai fundamental dalam bentuk menjaga harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mau daya beli masyarakatnya terdistribusi dengan baik, mulai dari golongan lemah hingga golongan atas yang sudah dapat mengurus dirinya sendiri. Namun, golongan lemah dan menengah harus dipastikan mempunyai daya beli, sehingga dapat melakukan kegiatan ekonomi, konsumsi dan investasi.

“Yang dapat ekspor ya melakukan ekspor, tapi biasanya kalau kita lihat seluruh perekonomian income-nya naik, impornya juga naik. Nah nanti kita lihat balancing-nya seperti apa,” kata Suahasil.






56 hari lalu

Prediksi Penerimaan Perpajakan 2022 Naik 15,3 Persen, Ini Alasan Kemenkeu

Kemenkeu memprediksikan penerimaan perpajakan tahun ini akan bisa tumbuh 15,3 persen (yoy).


24 Mei 2022

Surplus APBN Rp 103,1 Triliun, Ekonom: Pemerintah Hadapi Anomali

APBN April 2022 mengalami surplus sebesar Rp 103,1 triliun atau 0,58 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).


23 Mei 2022

APBN April Surplus Rp 103,1 Triliun, Sri Mulyani: Baliknya Cepat Sekali

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan APBN hingga April 2022 mengalami surplus Rp 103,1 triliun atau 0,58 persen terhadap PDB.


23 Mei 2022

Belanja Subsidi BBM dan LPG Naik 50 Persen, Sri Mulyani: Mesti Diwaspadai

Sri Mulyani meminta Pertamina mengendalikan penggunaan bahan bakar daya yang disubsidi.


23 Mei 2022

Sri Mulyani Sebut Realisasi Belanja Negara untuk Covid-19 Turun Signifikan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi belanja negara untuk penanganan Covid-19 menurun signifikan hingga 30 April.


23 Mei 2022

APBN Surplus Rp 103,1 T, Sri Mulyani Beberkan Realisasi Belanja hingga April

Sri Mulyani mengatakan pemerintah menghabiskan anggaran Rp 750,5 triliun atau 27,7 persen dari total APBN 2022.


20 Mei 2022

Sri Mulyani Perkirakan Pendapatan Negara Naik Rp 420 Triliun

Sri Mulyani memprediksi pendapatan negara naik karena ada peningkatan yang bersumber dari perpajakan dan PNBP.


19 Mei 2022

Sri Mulyani Usul Dana Perlindungan Sosial Ditambah Rp 18,6 Triliun

Dengan demikian, Sri Mulyani mengatakan total biaya perlindungan sosial dalam APBN 2022 sebesar Rp 431,5 triliun.


6 April 2022

Tiga Alasan ADB Optimistis Pendapatan Indonesia 2022 Lewati Target

ADB memperkirakan pendapatan negara Indonesia pada 2022 kembali melampaui sasaran seperti tahun lalu.


4 Januari 2022

Alokasi Anggaran untuk Ibu Kota Negara di APBN 2022 Belum Jelas, Ini Sebabnya

Kementerian Keuangan belum menganggarkan kebutuhan pembangunan bunda kota negara (IKN) secara eksplisit dalam APBN 2022.


Sumber:

Disclaimer: Semua artikel dan gambar berasal dari sumber resmi yang telah kami cantumkan pada bagian akhir artikel. Jika anda keberatan silakan ajukan penghapusan artikel dengan menghubungi kami melalui email [email protected]