Joko Widodo alias Jokowi melakukan safari politik ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Istimewa)
Jakarta, Arena Berita –
Modus main raja-rajaan seperti yang dilakukan bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat melakukan safari politik ke Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tak perlu pintar akademik atau fasih ilmu agama.
Demikian pandangan Sastrawan Politik Ahmad Khozinudin, dikutip Selasa 4 Agustus 2026.
“Padahal, tujuan Utama Jokowi bukan melestarikan tradisi dan budaya bangsa. Bukan pula untuk meningkatkan eksistensi para raja adat,” kata Khozinudin.
Tujuannya, kata Khozinudin, hanya mengeksploitasi budaya dan tradisi untuk tujuan politik.
“Yakni meningkatkan elektabilitas PSI,” kata Khozinudin.
Khozinudin melihat Jokowi memiliki target ambisius. Targetnya bukan sebatas PSI lolos ke Senayan, tapi kuat dugaan Jokowi ingin berkuasa lagi, melalui dinasti politiknya.
“Apalagi setelah syarat pencapresan disederhanakan. Tak ada lagi Presidential Threshold, setiap parpol bisa mencalonkan capres. Itu artinya, PSI bisa mencalonkan capres sendiri,” kata Khozinudin.
Sumber: RMOL















