Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: PPID)
Jakarta, Arena Berita –
Pemprov DKI Jakarta kembali menawarkan berbagai peluang investasi melalui Jakarta Investment Festival (JIF) 2026 yang digelar selama dua hari di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat.
Forum tahunan yang diselenggarakan melalui Jakarta Investment Centre (JIC) ini menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan guna membangun kerja sama strategis.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, JIF 2026 menawarkan proyek investasi dengan nilai indikatif mencapai Rp115 triliun atau sekitar 7 miliar dolar AS.
Nilai tersebut mencakup 37 proyek ready to offer yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta pengembangan 13 kawasan prioritas di Jakarta, meliputi Bumi Perkemahan Ragunan; Ancol–Jakarta International Stadium (JIS); Blok M–ASEAN; Kota Tua–Harmoni; Cawang Hub; Dukuh Atas; Waduk Melati; Monumen Nasional (Monas); Pasar Baru; Cikini; Grogol–Petamburan; Velodrome; serta Kepulauan Seribu dan Kawasan Pesisir Jakarta.
“Melalui JIF 2026, diharapkan terbuka semakin banyak peluang investasi, terbangun koneksi dan kolaborasi strategis, serta terjadi pertukaran gagasan mengenai bagaimana investasi, inovasi, infrastruktur, dan kolaborasi dapat mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing,” kata Pramono dalam paparannya, Jumat, 28 Agustus 2026.
JIF 2026 mengusung tema “Advancing Today, Securing Tomorrow”. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 60 kolaborator, 60 pembicara, 37 proyek investasi, 20 sesi, dan 30 stan pameran.
Rangkaian JIF 2026 meliputi forum bisnis, seminar, pameran, lokakarya, sesi pertemuan satu lawan satu (one-on-one session), dan investor gathering. Adapun JIF Summit sebagai puncak rangkaian kegiatan terdiri atas Opening Ceremony, Plenary Discussion, Thematic Discussion, Project Booth, hingga Closing Ceremony.
JIF 2026 turut dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, serta Kepala DPMPTSP DKI Jakarta Heru Hermawanto.
Sumber: RMOL















