Home / Ekonomi / Bapanas Sebut Tambahan Kuota Beras SPHP 1 Juta Ton dalam Proses Hitung ABT

Bapanas Sebut Tambahan Kuota Beras SPHP 1 Juta Ton dalam Proses Hitung ABT

Sejumlah kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan merek lainnnya dipajang di salah satu gerai, sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. ANTARA/HO-Bapanas

Jakarta, Arena Berita – 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut penambahan kuota program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras sebesar 1 juta ton masih dalam proses perhitungan dan pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

“Penambahan kuantum tersebut saat ini dalam proses perhitungan dan pengajuan ABT,” kata Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Yusra Egayanti dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Meski demikian, dia tidak menyebutkan nominal ABT yang diajukan. Namun, dia menegaskan penambahan kuantum SPHP tersebut dilakukan untuk memperkuat instrumen intervensi pasar dalam mengendalikan harga beras serta menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

“Ini dalam rangka mengendalikan harga beras, penguatan instrumen intervensi pasar melalui penambahan kuantum SPHP beras sebesar 1 juta ton,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan program intervensi perberasan 2026 akan diperkuat melalui penambahan kuantum SPHP beras untuk daerah dengan fluktuasi harga.

Penambahan kuantum program SPHP beras 1 juta ton tersebut untuk menyasar daerah yang mengalami fluktuasi harga beras, sehingga stabilitas komoditas tersebut bisa terkendali.

Bapanas juga mendorong Perum Bulog dapat melakukan pemerataan stok dengan mengutamakan wilayah yang sedang mengalami tekanan harga beras.

Selain itu, Bulog juga diharapkan dapat melaksanakan pemeliharaan stok yang tersimpan di gudang secara baik.

Dia menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk intervensi SPHP ke daerah yang teridentifikasi harga tinggi.

“Dan tentunya pemeliharaan stok CBP sebagai buffer strategis untuk menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino,” kata Ega.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan pemerintah menambah alokasi 1 juta ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga komoditas itu selama musim kemarau akibat fenomena El Nino.

Baca Lagi  Sebelum Perpres Diterbitkan, Pemerintah Akan Bertemu Organisasi Ojol-Aplikator 

“Kita tambah lagi tadi 1 juta (ton beras SPHP), 1 juta ton SPHP medium. Jadi beras yang disubsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya Rp12.500 per kilogram,” kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kemenko Pangan Jakarta, Senin (7/9).

Alokasi beras SPHP medium yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 828 ribu ton sepanjang 2026, kini hampir habis karena tersisa sekitar 80 ribu ton setelah disalurkan ke masyarakat.

Pemerintah kemudian menyetujui tambahan sebanyak 1 juta ton beras SPHP medium yang akan disalurkan secara bertahap selama Oktober, November, dan Desember 2026.

Beras SPHP tersebut akan dipasarkan dengan harga sesuai zonasi sehingga masyarakat tetap memperoleh akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau.

Adapun beras SPHP dijual sesuai dengan HET, yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *