Barang bukti Gas N2O merk Whippink yang diamankan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Bareskrim Polri
Jakarta, Arena Berita –
Bareskrim Polri membongkar pabrik gas N20 merek Whip-Pink di kawasan Jakarta. Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan 9 orang.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan orang-orang yang diamankan itu berinisial S, AR, P, NHM, E, ST, SL, SP, dan AS.
“Pengungkapan perkara tindak pidana kesehatan memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi jenis gas N2O merk Whip-pink,” kata Eko dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Eko mengatakan, pengungkapan ini dilakukan pada 13-14 April kemarin. Ada 3 lokasi yang didatangi polisi, yakni sebuah ruko di Kemayoran, Jakpus; rumah kontrakan di Pulogadung, Jaktim; dan ruko di Pademangan, Jakut.
Pengungkapan bermula ketika polisi mendapat informasi adanya peredaran narkoba di kawasan Kemayoran. Polisi kemudian melakukan penelusuran dengan undercover buying dan mendatangi langsung lokasi gudang Whip-pink itu. Dari tiga lokasi itu, polisi menemukan ratusan tabung Whip-pink. Selain itu, ditemukan juga mesin pengisian gas.
Dari hasil pemeriksaan, pabrik Whip-pink itu dikelola oleh PT SSS. Perusahaan itu diduga tidak memiliki legalitas serta tidak memiliki izin edar dari BPOM terhadap Whip-pink.
“Berdasarkan hasil interogasi, diketahui bahwa pemilik dari lokasi produksi, dan gudang pengiriman produk gas N2O merek Whip-pink adalah saudara Andi Hioe, saudari Sencen, dan saudara Jason Hioe,” ungkap Eko.
Total, ada 16 lokasi gudang penyimpanan Whip-pink yang tersebar di berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Medan, Bali, dan Lombok.
Barang bukti Gas N2O merk Whippink yang diamankan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Bareskrim Polri
“Omzet penjualan produk Whip-pink pada bulan November senilai Rp 4,9 miliar, Desember Rp 7,1 miliar, Januari Rp 5 miliar, Februari Rp 2,2 miliar, Maret Rp 2,1 miliar,” beber Eko.
Eko mengatakan, pabrik Whip-pink ini sempat sangat berhati-hati pasca insiden tewasnya selebgram Lula Lahfah yang diduga karena menghirup Whip-pink.
Kini, polisi masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk menentukan sosok tersangka dalam kasus ini.
Sumber: kumparan















