Home / Internasional / Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Usai Dibuka Beberapa Jam

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Usai Dibuka Beberapa Jam

Seorang juru kamera merekam kapal pengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) berbendera India, Jag Vasant, yang mengangkut gas minyak cair di Pelabuhan Mumbai, India, setelah kapal tersebut melewati Selat Hormuz, Rabu, 1 April 2026. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Teheran, Arena Berita – 

Iran kembali memperketat kendali atas Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah sempat menyatakan jalur strategis tersebut terbuka untuk pelayaran komersial. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat yang dituduh terus melanggar komitmen melalui blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Markas Besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Sabtu menyatakan bahwa Selat Hormuz kini kembali berada di bawah “pengelolaan ketat” angkatan bersenjata. Langkah itu disebut sebagai respons atas tindakan Washington yang dinilai terus melakukan “pelanggaran berulang” dan bahkan “pembajakan” di bawah dalih blokade.

Pernyataan IRGC ini sejalan dengan sikap Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang sebelumnya memperingatkan bahwa Selat Hormuz “tidak akan tetap terbuka” jika Amerika Serikat terus memblokade akses ke pelabuhan Iran, dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (18/4/2026).

Sebelumnya, pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sempat menyampaikan bahwa Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” bagi kapal-kapal komersial, merujuk pada kesepakatan gencatan senjata yang berkaitan dengan konflik di Lebanon. Namun, pernyataan tersebut segera menuai kritik, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menyambutnya sambil tetap mempertahankan blokade terhadap Iran hingga tercapai kesepakatan lebih lanjut.

Teheran kemudian menilai pernyataan tersebut sebagai pesan yang menyesatkan, dan menegaskan bahwa akses pelayaran yang diberikan hanya bersifat terbatas dan berada di bawah kontrol ketat Iran, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya dalam proses negosiasi.

Blokade Amerika Serikat

Baca Lagi  Trump Disebut Penyebab Korban Jiwa dan Kerugian di Iran

Menurut IRGC, selama blokade Amerika Serikat masih diberlakukan, maka kebijakan pengawasan ketat terhadap Selat Hormuz akan tetap dipertahankan.

Awal pekan ini, Amerika Serikat diketahui memberlakukan blokade angkatan laut di kawasan tersebut, yang secara efektif menghalangi kapal-kapal dari dan menuju pelabuhan Iran untuk melintas.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati perairan tersebut. Penutupan jalur ini oleh Iran dalam beberapa waktu terakhir telah memicu lonjakan harga minyak dunia. 

Saat ini, lalu lintas di Selat Hormuz juga dipengaruhi oleh gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang masih rapuh. Berdasarkan kesepakatan, jalur tersebut seharusnya tetap terbuka selama periode gencatan senjata 10 hari yang dimulai pada Kamis dan dijadwalkan berakhir pada 26 April. Namun, dinamika terbaru menunjukkan bahwa stabilitas di kawasan itu masih jauh dari pasti.

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *