Chargé d’affaires ad interim Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru. Foto: Metrotvnews.com/Dimas Chairullah
Jakarta, Arena Berita –
Hubungan pertahanan antara Jepang dan Indonesia dipastikan memasuki fase yang jauh lebih strategis menyusul perubahan kebijakan fundamental dari Tokyo.
Pemerintah Jepang secara resmi telah mencabut batasan ketat terkait ekspor teknologi dan peralatan pertahanannya. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Chargé d’affaires ad interim Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru.
“Pada Selasa ini, kami sebenarnya telah mencabut lima kategori pembatasan tersebut. Itu berarti semua produk jadi, termasuk jet tempur, kapal pengawal, kapal selam, suku cadang, teknologi, dan layanan, kini memenuhi syarat untuk ditransfer terlepas dari tujuannya,” ungkap Myochin Mitsuru di Gedung Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Lebih lanjut, Myochin menjelaskan bahwa untuk persenjataan mematikan (lethal weapons), Jepang akan membatasi penerimanya hanya kepada 17 negara yang telah memiliki perjanjian khusus alih teknologi pertahanan dengan Tokyo.
“Indonesia adalah salah satunya. Jadi, itu berarti Jepang dapat menyediakan senjata tersebut kepada Indonesia,” tegas Myochin.
Selain melonggarkan keran ekspor, Jepang juga memperkenalkan skema Official Security Assistance (OSA).
“Kami telah menciptakan skema baru OSA, dan OSA memungkinkan pemerintah Jepang untuk memberikan bantuan secara langsung kepada militer,” tambah Myochin.
Langkah strategis ini juga menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae di Tokyo akhir Maret lalu.
Terkait kekhawatiran melencengnya kebijakan ini dari prinsip pasifisme Konstitusi Jepang, Myochin menampiknya.
“Posisi dasar Jepang sebagai negara pencinta damai tetap tidak berubah,” ungkap Myochin, sembari menekankan bahwa langkah ini ditujukan untuk menciptakan efek gentar (deterrence) guna mencegah meletusnya konflik, serta memperkuat kemitraan dan interoperabilitas militer dengan negara sepemikiran.
Sumber: MetroTV















