Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah dalam acara Halal Bihalal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (12/4/2026) (Istimewa)
Jakarta, Arena Berita –
PDI Perjuangan menetapkan Syaifuddin Zuhri, sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2024–2029, menggantikan almarhum Adi Sutarwijono yang wafat.
“DPP PDI Perjuangan telah memutuskan dan menetapkan Syaifudin Zuhri sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, yang menjadi hak PDI Perjuangan. Syafudin Zuhri yang saat ini menjadi Sekretaris DPC PDIP Surabaya kita minta bisa membangun sinergi yang bagus, antara Walikota, Wakil Walikota dan DPRD Kota Surabaya,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah, Rabu (22/4).
“Jangan sampai warga Kota Surabaya menganggap kita tidak amanah. Oleh sebab itu, saya minta Saudara Syaifudin Zuhri harus lebih aspiratif, menjadikan DPRD Kota Surabaya sebagai aspirator yang sebaik baiknya bagi warga Kota Surabaya.”
“Jaga amanah rakyat yang dititipkan melalui PDI Perjuangan di Surabaya. Jangan mempermalukan Partai dan kelembagaan DPRD Kota Surabaya yang terhormat. Jaga kehormatan itu sebaik mungkin.”
Said mengatakan, warga Kota Surabaya adalah warga yang cerdas, masyarakatnya lebih terdidik dibandingkan wilayah wilayah lain.
“Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta. Kota Surabaya adalah etalase banyak hal; ekonomi, perdagangan, pendidikan, kesehatan, bahkan demokrasi. Oleh sebab itu, tiga kader PDI Perjuangan yang mendapatkan amanah rakyat menjadi Walikota, Wakil Walikota dan Ketua DPRD harus bisa menangkap denyut suara hati rakyat dan perkembangan kota ini,” lanjut Said.
Tegak Lurus
Said minta segenap jajaran Partai tegak lurus mengamankan keputusan DPP Partai. Dan membantu kepemimpinan di eksekutif dan legislatif di Kota Surabaya sukses.
“Kami, di DPP dan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan selalu membuka diri, mendengar koreksi dan evaluasi terhadap kinerja kader kader PDI Perjuangan di Surabaya, baik di eksekutif maupun legislatif, dan itu kami maknai sebagai kecintaan rakyat kepada PDI Perjuangan dan Kota Surabaya,” pungkasnya.
Sumber: Liputan6














