Perubahan iklim. Foto: Freepik
Jakarta, Arena Berita –
Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sujala Pant mengungkapkan dampak buruk perubahan iklim. Yakni, dapat membawa penyakit-penyakit yang tidak dikenal ke berbagai belahan dunia, seperti penyakit tropis di daerah pegunungan.
“Saya berasal dari Nepal, dan Kathmandu, yang merupakan ibu kota berada di ketinggian 1.400 meter. Kami tidak pernah mengalami demam berdarah. Namun dua tahun lalu, ayah saya terinfeksi demam berdarah,” kata Sujala dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Sehingga, perubahan iklim memiliki dampak nyata pada cara hidup. Termasuk, bagaimana layanan manusia perlu beradaptasi saat ini.
Sebagai contoh, perubahan iklim juga mencemari sumber air, sehingga memberikan tekanan tambahan kepada lingkungan dan masyarakat sekitar. Perubahan iklim juga dapat membentuk kembali pola penyakit.
“Oleh karena itu, tekanan-tekanan ini membuat wabah, serta imunisasi dan cara kita memberikan imunisasi tersebut, menjadi jauh lebih rentan,” ujar Sujala.
Jadi, lanjut Sujala, perlunya memperkuat cakupan vaksinasi bukan hanya soal pencegahan, tetapi juga melindungi komunitas untuk masa depan, melestarikan capaian pembangunan kita, dan memastikan sistem kesehatan setiap negara siap merespons realitas baru ini.
Sumber: MetroTV















