Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) saat berjalan dari kawasan jalan Jenderal Sudirman menuju MH Thamrin atau sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jumat (12/6/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Jakarta, Arena Berita –
Gelombang aksi mahasiswa kembali terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Aksi-aksi tersebut membawa beragam tuntutan yang menyoroti isu ekonomi hingga kinerja pemerintah dan lembaga negara.
Di Jakarta, sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen sipil menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik, Senin (15/6/2026). Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (Perisai) menyampaikan 20 tuntutan bertajuk “11+9”.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Muhammad Rizaldy mengatakan massa aksi berkumpul di satu titik sebelum melakukan long march menuju Bundaran HI. Aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi lintas kampus dan wilayah.
“Kami aksi bersama Aliansi Perisai yang beranggotakan FMN Pusat, GMNI Jakarta Selatan, KABMU UNAS, KBM UT Jakarta, Sentral Perjuangan Pemuda, Aliansi Cipayung Plus Jakarta Barat, GMNI Jakarta Pusat, serta GMNI Depok,” kata Rizaldy.
Dalam aksinya, Aliansi Perisai membawa 11 tuntutan mendesak, di antaranya:
-Hentikan kenaikan harga BBM dan bahan pokok
-Perbaiki pelemahan nilai tukar rupiah
-Hentikan program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai sarat KKN
-Hentikan gelombang PHK massal
-Cabut UU Polri
-Hentikan pembangunan batalion teritorial TNI
-Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan dan keamanan
-Naikkan upah guru honorer secara layak
-Tolak Sekolah Rakyat dan penuhi mandatory spending pendidikan 20 persen serta pemerataan akses pendidikan 3T
-Transparansikan BPI Danantara kepada publik
-Copot Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, dan Menteri ESDM
Selain itu, terdapat 9 tuntutan umum yang mencakup isu agraria, pendidikan, dan hak asasi manusia, yaitu:
-Hentikan penggusuran dan perampasan tanah
-Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai merampas ruang hidup
-Dukung hak rakyat Papua atas tanah dan penentuan nasib sendiri
-Hentikan PTN-BH dan kenaikan biaya pendidikan
-Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL)
-Hentikan kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi aktivis serta pejuang HAM
-Hentikan militerisasi dan tegakkan supremasi sipil
-Hentikan kekerasan terhadap perempuan dan lawan budaya patriarkal
-Wujudkan industri nasional berbasis reforma agraria sejati
Sempat Bentrok, Demo BEM UI Suarakan 5 Tuntutan
Demo BEM UI
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) juga menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Jumat 12 Juni 2026. Aksi tersebut diikuti sekitar seribu mahasiswa dengan tajuk “Menuju Indonesia Bangkrut”
Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi mengatakan massa aksi membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah terkait kebijakan ekonomi dan program nasional.
Berikut tuntutan BEM UI:
-Penghentian pemborosan anggaran APBN
-Menurunkan harga bahan pokok dan BBM
-Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Desa (Kopdes)
-Menghentikan militerisasi di ranah sipil
-Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan tidak mengelak
Demo di Yogyakarta dan Medan
Di Yogyakarta, mahasiswa juga menggelar aksi di kawasan pertigaan Gejayan, Jalan Affandi, Kabupaten Sleman, Sabtu 13 Juni 2026. Massa membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan kritik seperti “Stop MBG”, “Rupiah dan BBM Turun”, hingga “Stop Pemborosan APBN”.
Tuntutan mahasiswa di Yogyakarta di antaranya:
-Menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG)
-Menolak Koperasi Desa Merah Putih
-Mendesak pencabutan revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, dan UU Peradilan Militer serta menuntut perlindungan kebebasan sipil dan HAM
-Mendorong pendidikan gratis dan berkualitas
-Menuntut layanan kesehatan gratis tanpa diskriminasi
-Meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat
-Menuntut perlindungan hak pekerja serta penghentian eksploitasi buruh
-Menuntut penurunan harga kebutuhan pokok, BBM, dan tarif utilitas publik
Demo di Medan
Di Medan, aksi digelar di Gedung DPRD Sumatera Utara (DPRD Sumut), Jalan Imam Bonjol, Senin (15/6/2026).
Aksi yang dimotori BEM Universitas Sumatera Utara (BEM USU) ini diikuti ratusan mahasiswa dengan pengamanan 620 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub.
BEM USU dalam aksinya membawa 9 tuntutan utama, yakni:
-Stabilitas harga BBM dan pengawasan subsidi
-Transparansi APBN/APBD
-Penolakan dwifungsi Polri
-Evaluasi dan penghentian program MBG
-Prioritas pendidikan nasional
-Percepatan RUU Masyarakat Adat
-Penindakan tambang ilegal dan penanganan bencana
-Perbaikan layanan publik daerah
-Penagihan janji 19 juta lapangan kerja
Demo di Lampung dan Semarang
Di Lampung, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Tarik Mandat juga menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (15/6/2026). Massa mulai berkumpul sejak pukul 10.30 WIB dengan membawa kendaraan, mobil komando, serta atribut organisasi.
Dalam aksi tersebut, massa sempat menyanyikan lagu perjuangan “Buruh Tani” sebelum menyampaikan orasi di depan gerbang Pemprov Lampung.
Tuntutan mahasiswa di Lampung:
-Menjadikan pendidikan sebagai program prioritas nasional (gratis, ilmiah, dan demokratis)
-Menurunkan harga bahan pokok dan BBM
-Menghentikan program MBG dan Koperasi Merah Putih
-Merevisi UU Polri
-Menghentikan militerisme di ruang sipil
-Menerapkan pajak kekayaan dan memperkuat penegakan HAM
Demo di Semarang
Di Semarang, aksi digelar oleh aliansi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Senin (15/6/2026). Aksi ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi yang menyoroti kondisi ekonomi serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai membebani masyarakat.
Sebelum menuju lokasi aksi, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang terlebih dahulu berkumpul di kawasan PT Pertamina Patra Niaga RJBT. Massa kemudian melakukan long march melintasi kawasan Tugu Muda hingga menuju Kantor DPRD Jawa Tengah di Jalan Pahlawan sebelum melanjutkan aksi di depan Kantor Gubernur Jateng.
Aksi tersebut mengusung tajuk “Pantura” atau Panca Tuntutan Rakyat. Dalam aksi ini, massa juga sempat membakar ban bekas di depan Kantor DPRD Jawa Tengah yang menyebabkan kepulan asap hitam membumbung di lokasi.
Tuntutan mahasiswa di Semarang (Panca Tuntutan Rakyat):
-Menurunkan harga BBM dan menstabilkan nilai tukar rupiah
-Mengembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama
-Mengevaluasi total program MBG dan KDMP
-Mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat
-Menghentikan praktik KKN di pemerintahan
Sumber: Liputan6















