Sejumlah pekerja mengenakan masker melintas saat jam pulang kerja di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (16/8/2023) (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Jakarta, Arena Berita –
Kualitas udara Jakarta, berdasarkan informasi laman IQAir, pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB masuk kategori tidak sehat dan menjadi yang terburuk se-dunia pada Minggu pagi.
Skor kualitas udara Jakarta berada di angka 182 dengan nilai konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di angka 100 mikrogram per meter kubik.
Masyarakat pun diimbau agar tetap menjaga kesehatan dan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk kedua yaitu Dhaka (Bangladesh) di angka 153, lalu ketiga Lahore (Pakistan) di angka 135 dan di posisi keempat diikuti Baghdad (Irak) di angka 134.
Strategi Pengendalian Pencemaran Udara
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respons cepat untuk menanggulangi pencemaran udara di ibu kota saat musim kemarau, yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus mendatang.
Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau itu meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.
Selain itu Pemprov DKI juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang sedang dievaluasi dari berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut Pemprov DKI, pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan oleh satu wilayah secara parsial sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar organisasi perangkat daerah serta kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.
Sumber: Liputan6















