Jakarta, Arena Berita –
Pemerintah berencana mengalihkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ke kantin sekolah. Khususnya untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sejumlah sekolah menyambut positif rencana ini, namun perlu juga peningkatan fasilitas dan juga kapasitas pengelola agar kualitas serta keamanan pangan tetap terjaga.
SMP Negeri 111 Jakarta, misalnya. Pihak sekolah menyatakan siap mendukung rencana pengalihan dari SPPG ke kantin sekolah. Dengan 14 kantin yang dimiliki, sekolah menilai produksi 926 paket makanan per hari dapat dilakukan melalui pembagian tugas antarkantin, sehingga kualitas dan kebersihan makanan tetap terjaga.
Namun, mereka membutuhkan pelatihan. Terutama dari sisi penerapan kebersihan, penanganan bahan makanan, hingga penyajian menu bergizi dan higienis.
“Namun jika kantin itu diadakan pelatihan, kemudian fasilitas kantin diperbaiki, kemudian prosedur tentang pengelolaan makanan juga lebih ditingkatkan, InsyaAllah juga bisa dengan program menggantikan MBG itu mampu,” kata Kepala Satuan Pelaksana SMPN 111 Suharyana, dalam program Metro Siang Metro TV, Rabu, 10 Juni 2026.
Pandangan serupa juga disampaikan Ahmad, selaku pengelola Kantin SMPN 111. Dia memandang pelatihan khusus sangat diperlukan, ditambah dengan dukungan sarana yang memadai agar standar kebersihan dan kualitas makanan dapat dipenuhi.
“Teman-teman kita semua ini memang butuh pelatihan juga, misalkan ini diadakan di kantin memang harus butuh bimbingan dan pelatihan dari pemerintah gitu,” kata Ahmad.
Ahmad juga memandang perlu ada peningkatkan fasilitas dapur agar layak memproduksi MBG. “Dari segi tempatnya memang harus di ya diperbaiki lagilah dari pihak pemerintah memang harus membantu fasilitas yang lebih layak gitu,” ucapnya.
Sumber: MetroTV















