Donald Trump lontarkan ancaman jika kesepakatan damai dengan Iran gagal. (Dok. AP/Ryan Murphy)
Washington D.C, Arena Berita –
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Washington dapat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran. Jika, perundingan menuju kesepakatan final terkait program nuklir Teheran gagal mencapai hasil.
Ancaman tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu (14/6/2026) sore waktu setempat. Dalam percakapan yang berlangsung sekitar 28 menit itu, Trump menegaskan bahwa kesepakatan sementara yang telah dicapai bukanlah akhir dari proses negosiasi antara kedua negara.
Menurut Trump, keberhasilan kesepakatan damai saat ini harus diikuti dengan tercapainya perjanjian akhir mengenai program nuklir Iran. Jika hal itu tidak terwujud, Amerika Serikat siap mengambil langkah yang lebih keras, dikutip dari BBC (15/6).
Trump menyatakan bahwa pemerintahannya dapat kembali melakukan serangan militer terhadap Iran. Ia juga mengemukakan opsi lain, yakni menjadikan Amerika Serikat sebagai “penjaga Timur Tengah” dengan imbalan sebesar 20 persen dari pendapatan kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan tercapainya kesepahaman antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyoroti salah satu hasil utama dari kesepakatan tersebut, yakni pembukaan kembali Selat Hormuz.
Ia mengklaim perjanjian yang dicapai dengan Iran menjamin jalur pelayaran strategis itu akan terbuka bagi perdagangan internasional tanpa pungutan biaya.
“Selat Hormuz akan bebas biaya tol selamanya,” kata Trump.
Sumber: Liputan6














