Punggawa Slank, Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee, bersama personel DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko dalam konferensi pers Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 di Bandung, Minggu (5/7/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)
Bandung, Arena Berita –
Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 di Prabuwangi Park Arcamanik Bandung, Minggu, jadi ajang nostalgia formasi ke-14 Slank, sekaligus pemantik kebangkitan industri kreatif dan ekonomi akar rumput.
Bagi band yang digawangi Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee ini, Kota Kembang memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dalam perjalanan karier musik mereka di tanah air.
“Saat itu di Sabuga tahun 1997, formasi Slank yang saat ini pertama kali manggung ya di Bandung. Inget banget, saat itu ngecat-ngecat rambut sama Ivan,” kenang gitaris Slank, Ridho, dalam sesi konferensi pers beberapa jam sebelum naik panggung.
Vokalis Slank, Kaka, mengiyakan bahwa momen 29 tahun lalu di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) tersebut merupakan ujian berat sekaligus tonggak sejarah bagi personel baru saat itu.
“Saat itu Ridho langsung dapat PR (mengulik) 30 lagu (untuk manggung di Bandung),” ujar Kaka.
Nostalgia ini tidak sekadar menjadi ajang hura-hura, melainkan diadopsi oleh produsen rokok domestik HS untuk menggerakkan sektor padat karya dan musisi lokal. Konser sesi ke-8 ini sengaja memboyong line up terbanyak dibanding tujuh kota sebelumnya, yakni sembilan grup musik, dengan memberikan panggung khusus bagi tiga “local heroes” Bandung: DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko.
Manajer DT09, Reza, menyebut ruang kolaborasi ini sangat berharga bagi regenerasi pemusik lokal yang lahir dari arus bawah.
“Kami grup musik yang juga lahir dari grassroot, lahir dari tribun (Persib Bandung), bobotoh (suporter Persib),” kata Reza.
Pendiri sekaligus vokalis SHA, Mbenk, yang juga merupakan seorang Slankers sejak era album PLUR (2004), mengaku bangga bisa berbagi panggung dengan idolanya.
“Jadi SHA ini tetap ada alur darahnya Slank, saya tidak akan pernah melewatkan momen ini,” ujar pria bernama asli Taufik Andryyansyah tersebut.
Di sisi lain, Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, mengungkapkan bahwa pemilihan Bandung sebagai titik krusial tur ini didasarkan pada potensi ekonomi makro yang sangat besar.
“Ini membuat Bandung jadi salah satu pasar paling seksi,” ucap Tessa.
Dalam konser ini, Slank juga berkolaborasi dengan Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, dan Mahalara.
Sumber: Antara















