Proses evakuasi warga terjebak wahana bianglala di Kabupaten Deli Serdang. (Foto: Instagram/Disdamkarmat Deliserdang)
Deli Serdang, Arena Berita –
Wahana bianglala di Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang mendadak mati hingga membuat sekitar 30 orang terjebak. Kini, pasar malam tersebut ditutup sementara.
“Untuk sementara kami tutup. Kami police line, nggak bisa beroperasi,” kata Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan saat dikonfirmasi detikSumut, Senin (13/7/2026).
Ras Maju mengatakan pihak pengelola pasar malam mengaku sudah mengajukan izin operasional pasar malam itu. Namun, mantan Kasat Reskrim Polres Karo itu menyebut pihaknya belum ada menerima pengajuan rekomendasi izin keramaian tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Pihak camat, kata Ras Maju, juga mengaku belum pernah menerima pengajuan izin untuk pasar malam itu.
“Belum (ada). Izin keramaian itu dari Satintel, polsek hanya rekom. Namun, belum ada pengajuannya. Saya juga sudah koordinasi sama camat, belum ada juga,” ujarnya.
Perwira menengah Polri itu menyebut pihaknya telah mengecek ke lokasi kejadian. Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari pekerja hingga pengelola pasar malam itu
Ras Maju menyebut peristiwa bianglala terhenti itu diduga disebabkan pengunjung yang berlebihan. Akibatnya, mesin tidak sanggup untuk memutar bianglala itu.
Setelah kejadian itu, kata Ras Maju, pihak pengelola pun menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengevakuasi para pengunjung
“Dari keterangan karyawannya saat kita cek TKP, karena pengunjung itu muatannya itu terlalu banyak, sehingga mesinnya tidak tidak sanggup memutar, hingga mati mesinnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Komandan Team Rescue C Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Deliserdang, Sudarso Roy Simatupang mengatakan, sebanyak 30 orang terjebak di wahana. Peristiwa terjadi pada Sabtu (11/7) pukul 21.45 WIB.
“Disdamkarmat menerima laporan wahana bianglala mendadak berhenti dan langsung bergerak menuju lokasi,” ujar Roy melalui keterangan tertulis diterima detikSumut, Minggu (12/7).
Adapun korban terdiri dari 14 orang anak- anak dan 16 orang dewasa. Terdapat dua orang korban luka dari pihak pengelola.
Sumber: detik















