PM Israel Benjamin Netanyahu saat memberikan pidato di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS). (Dok. AP Photo/Julia Nikhinson)
Washington, DC, Arena Berita –
Delegasi dari hampir 70 negara meninggalkan ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau sengaja mengosongkan kursi mereka pada Kamis. Aksi tersebut dilakukan ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya, sebagai bentuk protes massal terhadap tindakan Israel di Gaza dan serangannya di kawasan tersebut.
Berdasarkan tinjauan Anadolu terhadap rekaman Sidang Majelis Umum PBB ke-81, puluhan delegasi terlihat meninggalkan ruang sidang secara bersamaan setelah Netanyahu berjalan menuju podium.
Sejumlah negara memilih tetap menempatkan satu perwakilan atau diplomat junior di dalam ruangan. Sementara itu, beberapa negara lainnya tidak menghadiri pidato tersebut sama sekali.
Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, Indonesia, dan Kuwait termasuk di antara negara yang perwakilannya ikut dalam aksi tersebut.
Delegasi dari Spanyol, Brasil, Peru, Kuba, Nigeria, Ghana, Libya, Bangladesh, Afghanistan, Oman, Niger, Madagaskar, Botswana, Bahama, Antigua dan Barbuda, Cabo Verde, serta sejumlah negara lainnya juga meninggalkan ruangan atau memilih tidak hadir.
Aksi tersebut berlangsung di tengah kecaman internasional yang terus berlanjut terhadap serangan Israel di Gaza, kebijakannya di Tepi Barat yang diduduki, serta serangan Israel terhadap Lebanon dan Suriah.
Pada September 2025, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Israel menolak temuan tersebut.
Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 21 November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza.
Sejumlah Delegasi Barat Tetap Bertahan
Meski aksi walkout berlangsung secara massal, sejumlah negara tetap mengirimkan perwakilan untuk berada di dalam ruang sidang selama Netanyahu menyampaikan pidatonya.
Perwakilan Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Hungaria, Serbia, Ukraina, Ceko, dan Yunani tetap berada di ruang Majelis Umum.
Inggris, Prancis, Irlandia, Belgia, dan Norwegia, yang hubungannya dengan Israel menghadapi ketegangan yang semakin meningkat terkait Gaza, juga mempertahankan perwakilan mereka di dalam ruangan. Delegasi Uni Eropa turut tetap berada di sana.
China, yang berulang kali mengkritik tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, hanya diwakili oleh satu diplomat.
Delegasi Uni Emirat Arab dan Bahrain, yang menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords, juga tetap berada di tempat mereka.
Negara-negara lain yang memiliki perwakilan selama pidato tersebut antara lain Australia, Austria, Kanada, Portugal, Polandia, Denmark, Rumania, Slovakia, Estonia, Lituania, Luksemburg, Islandia, Azerbaijan, Kazakhstan, Meksiko, Kenya, dan El Salvador.
Aksi walkout tersebut membuat bagian-bagian besar ruang sidang Majelis Umum PBB tampak kosong ketika Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya.
Sumber: Liputan6















