Home / Daerah / Kisah Penjual Sate Padang di Bintaro Ngaku Dipalak Rp 250 Juta, Kini Pindah

Kisah Penjual Sate Padang di Bintaro Ngaku Dipalak Rp 250 Juta, Kini Pindah

Sate Padang Sektor 9 Bintaro yang pindah lokasi, Senin (28/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Bintaro, Arena Berita –

Warung sate padang di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pindah lokasi setelah pemiliknya mengaku menjadi korban pemalakan. Pemilik sate, Dayat, mengatakan dirinya sempat diminta menyerahkan uang hingga ratusan juta rupiah.

Dayat bersama istrinya, Indri, telah mendatangi Polsek Pondok Aren pada Senin (28/9) untuk memberikan penjelasan dan menunjukkan bukti terkait dugaan pemalakan tersebut.

“Ini baru balik dari polsek saya, ya. Ketemu kapolsek meluruskan cerita itu, kan kayak gitu. Tapi kita belum proses hukum” kata Dayat saat dihubungi, Senin (28/9).

Dayat mengatakan permintaan uang awalnya sebesar Rp 20 juta. Setelah itu, dia kembali memberikan Rp 60 juta sehingga total uang yang diserahkan mencapai Rp 80 juta.

“Awalnya itu kan dia minta Rp 20 juta. Sama yang kedua dikasih lagi Rp 60 juta, jadi Rp 80 juta,” ujarnya.

Sekitar sebulan kemudian, kata Dayat, orang tersebut kembali meminta uang sebesar Rp 170 juta. Namun permintaan itu tidak dipenuhi. Dayat berhenti berjualan di lokasi tersebut.

“Nah, semenjelang satu bulan kemudian atau di bulan apa itu pokoknya satu bulan jarak ke depan tuh dia minta lagi Rp 170 (juta), kita enggak kasih, terus kita enggak dagang lagi di situ. Jadi kita enggak boleh lagi dagang di situ,” kata Dayat.

Dayat juga membenarkan adanya dugaan ancaman menggunakan senjata tajam. Menurut dia, orang tersebut sempat membawa senjata saat marah di lokasi dagang.

“Kalau ngancam tuh gini, kalau ngancam itu ibaratnya dia seperti ini. Jadi kita sempat libur satu hari, kita enggak dagang di situ, kalau kita gitu kan, dia bawa senjata seperti itu, cuman dia udah, udah ngamuk-ngamuk ke situlah, di tempat gitu,” ujarnya.

Baca Lagi  Tinjau Fasilitas Cath Lab di RSUD Kumpulan Pane, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Bantuan Kemenkes

Setelah kejadian itu, Dayat dan Indri sempat berhenti berjualan selama sekitar tujuh bulan. Kini, mereka sudah tiga bulan berjualan di lokasi baru, yakni di kawasan Sektor 9 Bintaro, dekat Roti Bakar Eddy.

Dayat mengatakan kondisi di tempat baru lebih baik. Pelanggan lama maupun pelanggan baru mulai kembali datang untuk membeli sate padang mereka.

“Nah, yang kedua, kita sudah tepat dapat tempat layak kan di Sektor 9 buat dagangnya kayak gitu kan. Bebas dari preman, di situ secara sewa damai, pelanggan baru, pelanggan lama sudah datang lagi, gitu,” kata Dayat.

Dia juga mengatakan sejak pindah ke lokasi baru, dirinya tidak lagi didatangi pihak yang sebelumnya diduga melakukan pemalakan.

“Karena bukan wilayah dia lagi, kan gitu,” ujar Dayat.

Serahkan Bukti ke Polisi

Istri Dayat, Indri, mengatakan mereka juga membawa bukti dugaan pemalakan ke polisi, termasuk percakapan WhatsApp, bukti transfer, dan voice note.

“Iya, udah saya bawa bukti kalau ini isi chat-nya kayak gini, ini caranya dia mintanya kayak gini, kayak gitu. Jadi semuanya udah, udah kita perlihatkan tadi di polsek, dan ada voice note, ya, ada voice note orangnya. Ibaratnya dia mintanya gimana, ininya gimana, gitu kan,” ujar Indri.

Menurut Indri, sebagian bukti tersebut masih tersimpan di ponselnya. Dia mengatakan belum membuat laporan polisi karena masih mempertimbangkan sejumlah hal.

“Cuman saya belum ibaratnya proses pelaporan. Saya masih mikir, kasihan ya ada yang cacat. Iya, itu saya masih, ‘Gimana nih prosesnya? Masih ini, masih ada perikemanusiaan saya, kan?’ ibaratnya,” katanya.

Indri mengatakan jika tetap berjualan di lokasi lama, mereka diminta membayar Rp 170 juta. Jika ditambah uang Rp 80 juta yang sebelumnya telah diberikan, totalnya mencapai Rp 250 juta.

Baca Lagi  Selama Kemarau, 10 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kebakaran Lahan 

“Kalau saya tetap mau dagang di situ, saya suruh bayar Rp 170 juta. Sama yang Rp 80 juta itu nggak pulang, jadi jumlahnya Rp 250 juta,” ujar Indri.

Dayat dan Indri kini masih mempertimbangkan langkah hukum atas dugaan tersebut. Dayat mengatakan mereka akan membicarakannya terlebih dahulu dengan keluarga.

“Belum, belum. Masih kita masih punya pertimbangan. Nah, kemudian kita masih ngambil langkah-langkah yang terbaik dulu. Misalnya kita pikir ke depannya, gitu kan,” kata Dayat.

Pemalakan Viral

Sebelumnya, dugaan pemalakan terhadap penjual sate padang di Bintaro viral di media sosial. Polisi telah mendatangi penjual sate untuk mengkonfirmasi informasi tersebut.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Anne R Agrippina mengatakan pihaknya telah mengarahkan penjual sate untuk membuat laporan polisi.

“Kanit reskrim dan kanit intel sudah mendatangi korban atau penjual sate padang tersebut untuk konfirmasi kebenaran langsung. Sudah di arah untuk membuat LP terlebih dahulu dan segera diproses lanjut,” kata Anne saat dihubungi, Senin (28/9).

“Masih dilidik dulu, Sampai keterangan pelapor di polsek,” ujarnya.

Anne mengatakan polisi akan mencari pelaku yang diduga melakukan pemerasan terhadap penjual sate tersebut.

“Segera akan kami ungkap pelaku pemerasan,” kata Anne.

Sumber: kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *