Home / Internasional / Sejak Gencatan Senjata dengan Lebanon, untuk Pertama Kalinya Israel Serang Beirut 

Sejak Gencatan Senjata dengan Lebanon, untuk Pertama Kalinya Israel Serang Beirut 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok. AFP)

Beirut, Arena Berita – 

Israel pada Rabu (6/5/2026) menyerang Ibu Kota Lebanon, Beirut, untuk pertama kalinya sejak menyetujui gencatan senjata dalam perang melawan Hizbullah. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan seorang komandan Hizbullah bernama Malek Ballout.

Mengutip laporan BBC, serangan udara itu menghantam pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai Dahieh, wilayah basis Hizbullah. Gambar-gambar yang diunggah secara daring memperlihatkan kobaran api besar dan setidaknya satu bangunan mengalami kerusakan parah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia secara pribadi menyetujui serangan tersebut, yang menargetkan seorang komandan dari Unit Radwan, pasukan elite Hizbullah.

Laporan media lokal menyebutkan bahwa anggota unit tersebut sedang mengadakan pertemuan ketika serangan terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Hingga kini belum ada tanggapan dari Hizbullah.

Kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah Israel dan Lebanon sendiri diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 16 April.

Meski ada kesepakatan tersebut, Israel dan Hizbullah terus melancarkan serangan sambil saling menuduh melakukan pelanggaran.

Sebagian besar serangan udara Israel menghantam wilayah selatan Lebanon, dengan militer Israel menyatakan bahwa mereka menyerang infrastruktur dan individu yang terkait dengan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan-serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 120 orang di seluruh negeri dalam sepekan terakhir saja, termasuk perempuan dan anak-anak. Kementerian itu tidak membedakan antara kombatan dan warga sipil.

Militer Israel masih menduduki wilayah Lebanon di sepanjang perbatasan. Para pejabat Israel mengatakan tujuan mereka adalah menciptakan zona keamanan bebas Hizbullah untuk melindungi komunitas di wilayah utara Israel.

Di wilayah-wilayah tersebut, desa-desa hancur total dalam operasi yang disebut serupa dengan tindakan militer Israel di Gaza. Kelompok hak asasi manusia mengatakan beberapa kasus kemungkinan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Baca Lagi  Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Minta Maaf, Usai Divonis Penjara Seumur Hidup

Sementara itu, Hizbullah melancarkan serangan terhadap pasukan Israel di Lebanon dan wilayah utara Israel menggunakan roket dan drone.

Kelompok Hizbullah, yang tidak terlibat dalam perundingan gencatan senjata, pada awalnya mengisyaratkan akan mematuhi kesepakatan tersebut jika Israel juga menghormatinya.

Adapun serangan Israel di Lembah Bekaa, Lebanon timur, pada Rabu dilaporkan menewaskan empat orang.   

Ribuan Orang Tewas dalam Putaran Konflik Terbaru

Netanyahu mengklaim komandan yang menjadi target serangan bertanggung jawab atas serangan terhadap komunitas dan tentara Israel.

“Tidak ada teroris yang kebal — Israel akan menjangkau setiap musuh dan pembunuh,” ujarnya. 

Perundingan antara Israel dan Lebanon dengan dukungan AS masih terus berlangsung, meski sebagian besar hanya berada pada tingkat duta besar. Presiden Lebanon Joseph Aoun menolak kemungkinan bertemu Netanyahu dalam waktu dekat.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 2.700 orang tewas di Lebanon sejak 2 Maret, yakni sejak eskalasi terbaru konflik antara Israel dan Hizbullah meningkat.  

Israel mengumumkan bahwa 16 tentaranya dan satu warga sipil tewas di Lebanon selatan, sementara dua warga sipil lainnya tewas di wilayah utara Israel.

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *