Home / Internasional / Amerika Serikat & Israel Dikabarkan Ingin Jadikan Mahmoud Ahmadinejad Pemimpin Baru Iran

Amerika Serikat & Israel Dikabarkan Ingin Jadikan Mahmoud Ahmadinejad Pemimpin Baru Iran

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. (Anadolu Agency)

Washington, Arena Berita –

Amerika Serikat (AS) dan Israel dikabarkan pernah menyiapkan skenario untuk menempatkan mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sebagai pemimpin baru Iran setelah perang melawan Teheran pecah pada 28 Februari lalu.

Laporan tersebut diungkap The New York Times pada Selasa, 19 Mei 2026, dengan mengutip sejumlah pejabat AS.

Menurut laporan itu, rencana yang disebut “berani” tersebut disusun oleh Israel dan mendapat persetujuan pemerintah AS setelah serangan awal dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Pejabat AS mengatakan skenario itu sejalan dengan pernyataan Presiden Donald Trump pada awal perang bahwa akan lebih baik jika “seseorang dari dalam” Iran mengambil alih kepemimpinan negara.

The New York Times menyebut sosok yang dimaksud adalah Mahmoud Ahmadinejad, mantan presiden Iran yang dikenal dengan pandangan keras anti-Israel dan anti-AS.

Laporan itu juga menyebut Ahmadinejad sempat dikonsultasikan terkait rencana pergantian rezim tersebut.

Meski demikian, media tersebut menilai Ahmadinejad sebagai pilihan yang tidak biasa mengingat dirinya dikenal selama menjabat pada 2005-2013 karena retorika keras terhadap Israel dan dukungannya terhadap program nuklir Iran.

Ia juga dikenal sebagai pengkritik keras AS serta sosok yang dikaitkan dengan penindakan terhadap oposisi domestik di Iran.

Rencana Disebut Gagal Sejak Hari Pertama

Menurut pejabat yang diwawancarai The New York Times, rencana tersebut dengan cepat berantakan setelah Ahmadinejad terluka pada hari pertama perang akibat serangan Israel ke rumahnya di Teheran.

Serangan itu disebut dirancang untuk membebaskannya dari tahanan rumah.

Namun operasi tersebut dilaporkan tidak berjalan sesuai rencana sehingga Ahmadinejad maupun pejabat AS kehilangan keyakinan terhadap skenario pergantian rezim tersebut.

Baca Lagi  Resmi Jadi Ayah, Kerajaan Brunei Umumkan Nama Anak Pangeran Mateen

Laporan itu menyebut Ahmadinejad selamat dari ledakan awal, tetapi sejak saat itu tidak lagi terlihat di depan publik. AS juga disebut tidak mengetahui lokasi maupun kondisi medis terkini Ahmadinejad.

The New York Times menyatakan rencana menjadikan Ahmadinejad sebagai pemimpin baru Iran merupakan bagian dari strategi bertahap Israel untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran.

Laporan tersebut juga menyoroti bagaimana Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dinilai salah memperkirakan seberapa cepat target mereka dapat tercapai.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan terkait dugaan peran Ahmadinejad dalam rencana tersebut.

Namun juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menegaskan tujuan utama Operation Epic Fury sejak awal adalah menghancurkan misil balistik Iran, membongkar fasilitas produksinya, menenggelamkan armada laut Iran, dan melemahkan kelompok proksi Teheran.

Sumber: MetroTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *