Ilustrasi teh hijau. Foto: Shutterstock
Arena Berita –
Setiap tanggal 21 Mei, diperingati sebagai Hari Teh Internasional. Perayaan ini ternyata sudah berlangsung sejak 2005, khususnya di negara-negara penghasil teh.
Di Indonesia sendiri, teh bukan sekadar minuman pendamping saat santai, tetapi sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat.
Popularitas teh di Tanah Air juga terlihat dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) BPS 2023–2024. Berdasarkan data tersebut, teh menjadi minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia setelah air putih.
Selain rasanya yang nikmat dan mudah ditemukan, teh juga dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Salah satunya karena kandungan antioksidan yang tinggi.
“Salah satu khasiat yang terdapat pada bahan herbal adalah kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan,” kata peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Puspo Edi Giriwono, seperti dikutip dari laman IPB University, Jumat (22/5).
Dari berbagai jenis teh yang ada, teh hijau disebut sebagai salah satu teh dengan kandungan antioksidan paling tinggi. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan tim peneliti IPB, yakni Puspo Edi Giriwono dan Geani Pratiwi.
Penelitian tersebut membandingkan aktivitas antioksidan dari beberapa jenis teh, mulai dari teh kulit manggis, teh hitam, teh hijau, hingga teh rosela.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hijau menjadi sampel dengan potensi antioksidan tertinggi dibandingkan jenis teh lainnya. Teh hijau memiliki kandungan antioksidan sebesar 642.488 AEAC (Ascorbic Acid Equivalent Antioxidant Capacity) per gram sampel basis kering atau sebesar 95.421 GAEAC (Gallic Acid Equivalent Antioxidant Capacity) per gram sampel.
Tak hanya itu, kandungan total senyawa fenolik pada teh hijau juga tercatat paling tinggi, yaitu sebesar 88,317 GAE (Gallic Acid Equivalents) per gram sampel basis kering. Sementara itu, teh kulit manggis memang masih memiliki kapasitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan teh hijau dan teh hitam.
Meski begitu, kandungan antioksidannya tetap lebih tinggi dibandingkan teh rosela. Penelitian ini juga menemukan bahwa pencampuran rosela dengan kulit manggis dapat meningkatkan kapasitas antioksidan teh rosela.
Sumber:















