Home / Kriminal / Seorang Remaja Putri di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp5 Juta

Seorang Remaja Putri di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp5 Juta

Ilustrasi. Seorang remaja di Makassar merekayasa penculikan untuk meminta tebusan Rp 5 juta. (iStockphoto/coldsnowstorm)

Jakarta, Arena Berita –

Seorang remaja perempuan berinisial LR (16) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merekayasa penculikan terhadap dirinya dan meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta.

“Iya, namun sudah diserahkan ke Direktorat PPA/PPO Polda Sulsel, mereka yang tangani,” kata Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/6).

Kasus tersebut bermula ketika LR meninggalkan rumah dan menitipkan kunci kepada tantenya dengan alasan hendak keluar. Namun hingga berjam-jam kemudian, LR tidak kunjung pulang sehingga membuat keluarganya panik.

Di saat bersamaan, keluarga menerima pesan singkat yang menyebutkan LR telah diculik. Tak lama kemudian, keluarga juga menerima voice note berisi tangisan LR yang mengaku para penculik meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta.

“Sejalan dengan itu ada masuk chat bahwa anak itu diculik. Ditambah lagi adanya pesan suara voice note itu dia menangis-nangis bahwa si penculik ini minta tebusan uang seperti gitu. Dia mintanya lima juta,” ungkapnya.

Karena khawatir, tante korban kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat 110 Polri. Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Manggala langsung melakukan penyelidikan untuk melacak keberadaan korban.

“Setelah ditelusuri, anggota menemukan korban yang mengaku diculik berada di Hotel Topaz,” ujarnya.

Setelah ditemukan, polisi melakukan pemeriksaan terhadap LR. Dari hasil interogasi, remaja tersebut mengakui bahwa dirinya tidak pernah diculik dan seluruh cerita yang disampaikan kepada keluarga hanyalah rekayasa.

“Setelah diinterogasi, perempuan LR mengaku bahwa dia berbohong. Dia tidak diculik, tetapi merekayasa kejadian seolah-olah dirinya menjadi korban penculikan,” jelasnya.

Menurut Samuel, motif rekayasa tersebut didasari persoalan keluarga. Berdasarkan pengakuan LR, ia kerap dimarahi di rumah dan ingin tinggal bersama saudara kandungnya.

Baca Lagi  Polres Tebing Tinggi Tangkap Pemilik Sabu di Bandar Khalifah

“Pengakuannya, dia sering dimarahi di rumah dan ingin bersama saudara kandungnya karena setelah kedua orang tuanya meninggal dunia mereka dipisahkan,” katanya.

Setelah ditemukan dalam kondisi selamat, penanganan kasus tersebut selanjutnya diserahkan kepada Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA/PPO) Polda Sulawesi Selatan untuk pendalaman lebih lanjut.

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *