Home / Internasional / Pengadilan Perintahkan Komedian Turki Ditahan atas Tuduhan Menghina Erdogan

Pengadilan Perintahkan Komedian Turki Ditahan atas Tuduhan Menghina Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Dok. AP/Yasin Bulbul)

Ankara, Arena Berita –

Pengadilan di Turki pada Jumat (3/7/2026) memerintahkan komedian Deniz Goktas ditahan hingga persidangan atas tuduhan menghina nilai-nilai agama dan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Tuduhan itu berawal dari materi stand-up comedy yang menyebut Erdogan sebagai “diktator”.

Goktas ditahan pada Kamis (2/7) setibanya di bandara utama Istanbul setelah kembali dari perjalanan ke luar negeri. Penahanan dilakukan beberapa hari setelah jaksa membuka penyelidikan terhadap pertunjukan komedinya yang telah ditonton jutaan kali di internet. Pada Jumat, menurut kantor berita pemerintah Anadolu, Goktas resmi ditahan atas perintah pengadilan usai menjalani pemeriksaan.

Pertunjukan tersebut direkam di Istanbul bulan lalu dan telah ditonton sekitar 9,5 juta kali sejak diunggah ke YouTube pada 24 Juni. Surat kabar pro-pemerintah Sabah melaporkan puluhan penonton mengaku tersinggung oleh lelucon yang menyinggung agama, lalu melayangkan pengaduan kepada pihak berwenang. Laporan itulah yang kemudian memicu penyelidikan.

Dalam pemeriksaan, Goktas yang berusia 32 tahun membantah berniat merendahkan nilai-nilai agama maupun menghina presiden. Ia menegaskan seluruh materi yang disampaikannya merupakan satire.

Salah satu materi yang dipersoalkan adalah lelucon yang menggambarkan Erdogan telah berubah dari “diktator yang pemalu” menjadi sosok yang “percaya diri dengan identitasnya”. Menurut kutipan kesaksiannya yang dipublikasikan portal berita hak asasi manusia Bianet, Goktas mengatakan pernyataan itu merujuk pada isu yang telah lama menjadi bahan perdebatan di Turki.

Di Turki, penghinaan terhadap presiden merupakan tindak pidana dengan ancaman hukuman penjara hingga empat tahun.

Erdogan telah berkuasa selama lebih dari dua dekade. Para pengkritiknya menilai ruang kebebasan berekspresi di negara itu terus menyempit, sementara jurnalis dan pengkritik pemerintah kerap menjadi sasaran penyelidikan, penahanan, maupun tuntutan hukum.

Baca Lagi  Ini Respons Trump Soal Pentagon Minta Dana Rp3.400 T Untuk Perang Iran

Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang merupakan rival politik utama Erdogan, telah dipenjara sejak Maret tahun lalu dan kini menjalani persidangan atas tuduhan korupsi. Selain itu, ratusan wali kota dan pejabat dari partai oposisi utama juga menghadapi proses hukum atas dugaan korupsi. Pemimpin partai tersebut bahkan diberhentikan melalui putusan pengadilan. Para pengkritik menilai rangkaian langkah tersebut bertujuan melemahkan oposisi menjelang pemilu berikutnya.

Pemerintah Erdogan membantah tudingan itu. Pemerintah menegaskan sistem peradilan Turki bekerja secara independen dan bebas dari campur tangan politik.

Puluhan orang berkumpul di depan gedung pengadilan pada Jumat untuk menyatakan dukungan kepada Goktas. Menurut surat kabar oposisi Cumhuriyet, mereka juga meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah.   

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *