Home / Ekonomi / Rupiah Menguat dan Naik Lagi ke Rp17.923/USD Sore Ini

Rupiah Menguat dan Naik Lagi ke Rp17.923/USD Sore Ini

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Jakarta, Arena Berita –

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Rupiah menguat didukung oleh meredanya geopolitik global dan hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 6 Agustus 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.923 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik 10 poin atau setara 0,06 persen dari posisi Rp17.933 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.915 per USD. Rupiah juga menguat sebanyak 17 poin atau setara 0,09 persen dari Rp17.932 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.919 per USD. Rupiah bergerak melemah dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya yang di level Rp17.937 per USD.

Penguatan rupiah didukung faktor global dan domestik

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan rupiah menguat seiring optimisme Selat Hormuz akan dibuka kembali. Sejak Senin, 3 Agustus 2026, harga minyak WTI (West Texas Intermediate) yang minggu lalu ditutup di level 86 dolar AS per barel, sekarang sudah berada di 74,60 dolar AS per barel

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia akibat meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali,” ucapnya dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Mengutip Anadolu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan AS dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan kebebasan pelayaran bagi kapal-kapal komersial pada Selasa atau Rabu, 5 Agustus waktu setempat.

Baca Lagi  Investasi Jadi Faktor Kunci Target Pertumbuhan Ekonomi 8 persen

Terkait pemberian izin bagi Iran untuk menarik tarif tol di jalur perairan tersebut, Bessent mengatakan perjanjian itu akan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Sebelumnya, AS telah meminta Iran menjamin kebebasan navigasi di jalur perairan strategis itu, sementara Iran menegaskan bahwa pelayaran di perairan lepas pantainya harus berada di bawah pengawasan Iran.

Melihat sentimen domestik, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2026 Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan juga disebut akan mendukung rupiah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy) pada triwulan II 2026, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun, meningkat dari Rp3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pelaku pasar sebelumnya berekspektasi pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 5,1 persen.

“PDB kuartal II yang lebih kuat tidak mengartikan akan kembali kuat ke depannya. Namun, apabila harga minyak turun terus, ini akan meredakan tekanan pada fiskal dan rupiah, dan bisa mendukung pertumbuhan ke depannya,” kata Lukman.

Sumber: MetroTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *