Home / Daerah / Dua Pendaki Tewas di Gunung Piramid Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Tewas di Gunung Piramid Berhasil Dievakuasi

Tim SAR Gabungan saat proses evakuasi dua pendaki meninggal dunia di Gunung Piramid Bondowoso. (Liputan6.com/ Hermawan)

Bondowoso, Arena Berita – 

Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi dua pendaki yang tewas di Gunung Piramid, Bondowoso, setelah menembus medan terjal dan perbukitan curam selama dua hari penuh.

​Dua korban yang berhasil dievakuasi adalah Maliya Finda (51) warga asal Surabaya, serta Irfan Nasrul Laili (35), pemandu pendakian (guide) lokal asal Kabupaten Bondowoso.

​Proses evakuasi pada hari kedua berlangsung rumit dan penuh risiko. Dimulai pukul 05.30 WIB dengan briefing dan pembagian tugas, Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi dua regu.

Regu pertama bertugas mengevakuasi korban dari titik penemuan menuju Pos 2. Tim harus menundukkan medan curam dengan teknik lowering (penurunan tali) menyusuri aliran sungai sepanjang kurang lebih 940 meter. sedangkan regu ke dua melanjutkan estafet evakuasi dari Pos 2 menuju pintu pendakian dengan menempuh jalur darat sejauh 5,33 kilometer.

​Setelah perjuangan berat melintasi kejelasan medan Gunung Piramid yang terkenal ekstrem, kedua jenazah akhirnya tiba di Posko SAR Gabungan pada pukul 19.41 WIB. Jenazah langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Bondowoso untuk penanganan medis dan autopsi lebih lanjut.

​Tepat pukul 20.00 WIB, usai seluruh korban dievakuasi, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing dan secara resmi mengusulkan penutupan operasi. 

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa menyampaikan duka cita mendalam sekaligus apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

​”Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhumah dan almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga diberikan ketabahan. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang bekerja secara profesional, tangguh, dan mengutamakan keselamatan hingga evakuasi,” ujarnya Kamis (6/8/2026)

Baca Lagi  Seorang Petani di Agam Tewas Tersambar Petir, 2 Luka Serius

​Operasi skala besar ini melibatkan koordinasi ketat dari Pos SAR Jember, Basarnas Banyuwangi, BPBD Bondowoso, BPBD Situbondo, TNI, Polri, PMI, relawan, komunitas pecinta alam, hingga warga lokal. Berbagai teknologi pendukung seperti drone thermal, peralatan jungle rescue, hingga perangkat mountaineering dikerahkan untuk mempercepat lokasi dan pemindahan korban.

​Menanggapi tragedi ini, Basarnas Banyuwangi kembali mengimbau para pecinta kegiatan alam bebas untuk  memperhitungkan keselamatan secara matang.

“Para pendaki Kita imbau untuk melengkapi standar perlengkapan pendakian, memantau dinamika cuaca, serta memastikan pemandu yang mendampingi memiliki kompetensi tersertifikasi,” tambahnya

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *