Ilustrasi – Berbagai macam produk protein kedelai. ANTARA/HO-Shutterstock/am.
Jakarta, Arena Berita –
Para peneliti jurnal akses terbuka BMJ Nutrition Prevention & Health menemukan bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, lentil, buncis, tahu, edamame, dan susu kedelai cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan hipertensi sampai 30 persen.
Ditulis laman Science Daily, Selasa (26/5) waktu setempat, studi yang diterbitkan hingga Juni 2025 mencakup 10 makalah yang diterbitkan berisi data dari 12 studi observasional jangka panjang yang dilakukan di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Lima studi berasal dari AS, lima dari negara-negara Asia termasuk Cina, Iran, Korea Selatan, dan Jepang, dan dua dari Eropa, khususnya Prancis dan Inggris.
Setelah mengumpulkan data, para peneliti menemukan orang yang mengonsumsi kacang-kacangan dalam jumlah tertinggi memiliki kemungkinan 16 persen lebih rendah untuk terkena hipertensi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi dalam jumlah terendah sementara untuk makanan berbahan dasar kedelai, penurunan risikonya mencapai 19 persen.
Para peneliti juga mengamati bagaimana risiko berubah tergantung pada jumlah yang dikonsumsi. Untuk kacang-kacangan, pengurangan risiko meningkat secara bertahap hingga sekitar 170 gram per hari, akhirnya mencapai sekitar 30 persen.
Untuk makanan kedelai, sebagian besar manfaat muncul antara 60 dan 80 gram per hari, menurunkan risiko sekitar 28-29 persen. Mengonsumsi lebih banyak kedelai di atas jumlah tersebut tampaknya tidak memberikan manfaat tambahan.
Para peneliti juga mencatat bahwa studi terbaru menunjukkan serat larut dari kacang-kacangan dan kedelai dapat difermentasi di usus untuk menghasilkan asam lemak rantai pendek, senyawa yang dapat membantu pembuluh darah rileks dan melebar.
Makanan berbahan kedelai juga mengandung isoflavon, senyawa tumbuhan yang dapat berkontribusi menurunkan tekanan darah.
Profesor Sumantra Ray, kepala ilmuwan dan direktur eksekutif NNEdPro Global Institute for Food, Nutrition and Health, yang merupakan salah satu pemilik BMJ Nutrition Prevention & Health, mengatakan bahwa temuan ini memberikan dukungan penting bagi penelitian tentang diet berbasis tumbuhan dan kesehatan kardiovaskular.
“Penelitian ini memperkuat dasar bukti untuk manfaat kardioprotektif dari diet berbasis tumbuhan. Para penulis telah secara signifikan menambah argumen untuk menggunakan kacang-kacangan dan kedelai sebagai strategi diet utama untuk mengurangi beban hipertensi global,” katanya.
Pada saat yang sama, ia memperingatkan bahwa faktor-faktor yang tidak terukur masih dapat memengaruhi hasil dan mencatat bahwa manfaat kedelai yang mencapai titik jenuh di atas 60 hingga 80 gram per hari memerlukan penelitian lebih lanjut.
“Namun kita tidak bisa sepenuhnya mengesampingkan pengaruh faktor-faktor berpengaruh yang tidak terukur. Dan terhentinya manfaat kedelai pada dosis 60-80 g/hari memerlukan penyelidikan lebih lanjut, karena masih belum jelas apakah ini mencerminkan batasan biologis yang sebenarnya atau merupakan hasil sampingan dari jumlah studi yang lebih sedikit yang tersedia untuk dianalisis,” kata Ray.
Sumber: Antara














