Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Arena Berita –
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi ketus kritikan yang dilontarkan padanya usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Iran untuk mengakhiri perang. Trump menyebut mereka yang mengkritiknya adalah “orang-orang yang iri, jahat, atau bodoh.”
Trump menghadapi kritikan atas konsesi kepada Teheran dalam perjanjian yang ditandatanganinya pada hari Rabu (17/6), yang bertujuan untuk mengakhiri perang Timur Tengah.
“Orang-orang bodoh ini, yang berpikir saya belum cukup keras terhadap Iran, padahal Pasar Saham Baru Saja Mencapai REKOR TERTINGGI, dan harga Minyak ‘merosot’, adalah orang-orang yang iri, jahat, atau bodoh. JADIKAN AMERIKA HEBAT KEMBALI!!!” tulis Trump sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/6/2026).
Komentar ini disampaikan Trump setelah media-media AS ramai mengkritik Trump terkait kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang. Mereka kompak menyebut bahwa tujuan pra-perang telah diabaikan, kekuatan Iran diperkuat, dan ratusan miliar dolar dihabiskan.
“Gedung Putih menyetujui perpanjangan gencatan senjata ini yang tidak memenuhi satupun tujuan pra-perangnya, sementara memberikan konsesi keuangan yang sangat besar kepada Teheran,” kata jaringan TV AS, MS NOW.
“Sekarang, pemerintah mati-matian mencoba membantah hal itu. Sederhananya, Trump dipermainkan oleh Iran, dan tidak ada yang percaya pada upaya pembelaannya,” kata media tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/6/2026).
Media terkemuka AS, Wall Street Journal menyebut kesepakatan itu “secara luas dipandang sebagai taruhan kebijakan luar negeri terbesar presiden tersebut pada masa jabatan keduanya.”. Disebutkan bahwa Trump “akan menghadapi perlawanan dari para pendukung kebijakan Iran yang mengatakan presiden memberikan jauh lebih banyak daripada yang dia dapatkan.”
Sumber: detik















