Home / Kesehatan / Wanita Perlu Tahu Kondisi Hormonnya Sebelum Usia 50

Wanita Perlu Tahu Kondisi Hormonnya Sebelum Usia 50

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ratna Dewi Puspita Sari, SpOG, MARS, FISQua, mengungkap pentingnya memahami kondisi hormon sebelum usia 50 agar tetap sehat dan aktif. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Jakarta, Arena Berita – 

Banyak wanita menganggap perubahan suasana hati, kenaikan berat badan, sulit tidur, hingga tubuh yang mudah lelah sebagai hal yang wajar seiring bertambahnya usia. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda adanya perubahan hormon yang mulai terjadi sebelum masa menopause.

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ratna Dewi Puspita Sari, SpOG, MARS, FISQua, perempuan perlu memahami kondisi hormonnya sejak dini, terutama saat memasuki usia 40 hingga 50 tahun.

Dia, menjelaskan, perubahan hormon merupakan proses alami yang akan dialami setiap perempuan. Namun, jika tidak dipahami dan dipantau dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup hingga meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

“Jangan bayar untuk sakit, tapi bayar untuk sehat. Jadi penting enggak kita cari tahu dulu tentang hormon tubuh kita? Penting,” kata Ratna.

Hormon mengatur fungsi apa saja? Ratna, mengatakan, hormon tidak hanya berperan dalam siklus menstruasi dan kesuburan. Hormon juga mengatur metabolisme, suasana hati, kualitas tidur, tingkat energi, hingga berat badan.

Oleh sebab itu, ketika terjadi ketidakseimbangan hormon, tubuh dapat memberikan berbagai sinyal yang sering kali tidak disadari. Misalnya, berat badan yang terus bertambah meski pola makan tidak berubah, mudah marah, sulit tidur, hingga muncul rasa cemas berlebihan.

Menurut Ratna, banyak perempuan baru menyadari adanya masalah hormonal setelah mengalami gangguan kesehatan tertentu.

“Jangan sampai di usia kita ternyata hormon kita kebalik. Pada saat terbalik dan kita baru sadar, kita sudah sakit jatuhnya. Sudah ada gangguan, baik gangguan menstruasi maupun gangguan perilaku,” ujarnya.

Baca Lagi  Kenali Monkey Malaria, Ini Gejala dan Wilayah yang Rentan Terpapar

Penting Cek Hormon Sebelum Muncul Keluhan

Memasuki masa perimenopause, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai mengalami perubahan. Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala seperti hot flash, mood swing, gangguan tidur, hingga tubuh yang lebih cepat lelah.

Meski demikian, Ratna mengingatkan perempuan agar tidak terburu-buru melakukan self-diagnosis ketika mengalami keluhan tersebut.

“Jangan buru-buru mengatakan saya mengalami gangguan depresi. Jangan-jangan memang level hormon kita mulai adaptasi dan mulai terjadi perubahan, tapi kitanya yang enggak sadar,” katanya di acara Peresmian Women’s Health Centre & Premium Service Prodia Health Care Jakarta pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Dia kemudian menyarankan perempuan mulai melakukan pemeriksaan hormon sejak usia 40 tahun dan memantaunya secara berkala saat memasuki usia 50 tahun ke atas.

Pemeriksaan hormon dapat membantu mengetahui kondisi dasar hormon dalam tubuh sehingga berbagai perubahan yang terjadi dapat dipantau lebih dini sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan.

Kondisi Hormon Setiap Perempuan Berbeda

Lebih lanjut Ratna menjelaskan bahwa setiap perempuan memiliki kondisi hormon yang unik. Faktor genetik dari ibu juga dapat memengaruhi kadar hormon seseorang.

Ada perempuan yang secara alami memiliki kadar estrogen lebih rendah, sementara yang lain memiliki kadar estrogen lebih tinggi. Kondisi ini dapat memengaruhi waktu datangnya menopause serta risiko munculnya gangguan kesehatan tertentu.

Itu mengapa mengetahui kondisi hormon sejak dini menjadi langkah penting untuk menentukan pola hidup yang tepat, mulai dari pengaturan nutrisi, aktivitas fisik, hingga pemantauan kesehatan reproduksi.

“Jadi penting kita tahu dulu basic-nya kita ada di mana, level hormon kita. Kalau kita ternyata normal, kita jaga itu supaya aman semuanya,” pungkasnya.

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *