Asap membubung setelah pesawat tempur F-4 Phantom milik Angkatan Udara Yunani jatuh saat pertunjukan Athens Flying Week 2026 di Pangkalan Udara Tanagra, utara Athena, Yunani, Sabtu (5/9/2026). (Dok. AP Photo/Kallista Allaway)
Athena, Arena Berita –
Jet tempur F-4 Phantom berkursi ganda milik Yunani jatuh di Pangkalan Udara Tanagra saat pertunjukan udara dalam rangka Athens Flying Week 2026 pada Sabtu (5/9/2026) sore. Dua pilot tewas dalam kecelakaan tersebut
Stasiun televisi publik Yunani, ERT, seperti dikutip Anadolu melaporkan pesawat jatuh sesaat sebelum pukul 15.00 waktu setempat. Penyebab kecelakaan belum diketahui.
Jet tempur meledak sesaat setelah menghantam tanah. Reporter ERT yang berada di lokasi mengatakan jet tempur tiba-tiba kehilangan ketinggian sebelum jatuh.
Kecelakaan terjadi hanya beberapa menit setelah atraksi udara Angkatan Udara Yunani dimulai. Insiden tersebut disaksikan ribuan pengunjung yang menghadiri acara itu.
Dalam laporan selanjutnya, harian Yunani To Vima menyebut kedua pilot ditemukan tewas. Namun, belum diketahui apakah kursi lontar sempat diaktifkan sebelum pesawat jatuh.
Pesawat tersebut merupakan bagian dari Wing Tempur ke-117 yang bermarkas di Andravida. Menurut To Vima, dua pilot yang menerbangkannya masing-masing berpangkat kapten dan letnan kolonel.
Helikopter pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang muncul akibat kecelakaan tersebut.
Informasi awal menyebut badan pesawat terbelah menjadi dua bagian. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di dua titik berbeda di lokasi jatuhnya pesawat.
Komite penyelidikan kecelakaan udara telah mulai menyelidiki insiden tersebut untuk mengetahui penyebabnya. Tim penyelidik akan memeriksa rekaman kamera milik penyelenggara serta komunikasi antara awak pesawat dan menara kontrol.
Angkatan Udara Yunani secara resmi mengumumkan masa berkabung resmi selama tiga hari untuk menghormati kedua pilot yang gugur dalam tugas terhitung mulai dari Sabtu.
Seluruh sisa rangkaian acara pertunjukan udara Athens Flying Week untuk hari Sabtu dan Minggu (6/9) resmi dibatalkan sepenuhnya demi keselamatan dan penghormatan kepada korban.
Menurut To Vima, armada F-4 Phantom II Yunani diperkirakan akan dipensiunkan pada akhir dekade ini.
Sumber: Liputan6















