Home / Internasional / Persiapan Piala Dunia, Ribuan Guru Demo di Stadion Meksiko

Persiapan Piala Dunia, Ribuan Guru Demo di Stadion Meksiko

Stadion Akron di Zapopan, akan menjadi tuan rumah empat pertandingan selama Piala Dunia FIFA 2026. Ada empat pertandingan penyisihan grup yang dijadwalkan akan dimainkan di stadion ini, yakni pada tanggal 11, 18, 23, dan 26 Juni 2026. (Ulises Ruiz/AFP)

Mexico City, Arena Berita – 

Ribuan guru kembali turun ke jalan di Kota Meksiko pada Selasa (10/6/2026), di tengah persiapan negara itu menyambut pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada Kamis mendatang.

Aksi tersebut dipimpin kelompok pecahan dari serikat guru Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educación (CNTE), yang telah menggelar demonstrasi selama sepekan terakhir untuk menuntut kenaikan gaji dan pencabutan undang-undang pensiun.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menilai rangkaian aksi tersebut sebagai bentuk provokasi yang berupaya menciptakan kesan bahwa situasi di negaranya sedang tidak stabil, dikutip dari France24, Rabu (10/6).

“Mereka ingin membuat seolah-olah ada kekacauan sosial besar-besaran di Meksiko, dan itu tidak benar,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers.

Aparat keamanan memasang blokade untuk mencegah massa mencapai Stadion Azteca, lokasi yang akan menjadi tuan rumah pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026. Ribuan personel keamanan dikerahkan, sementara penghalang beton dipasang di sekitar stadion guna mengantisipasi gangguan menjelang laga perdana turnamen.

Para demonstran akhirnya berkumpul di jalan-jalan sekitar stadion selama sekitar tiga jam sebelum membubarkan diri. Kepala Keamanan Kota Meksiko, Pablo Vazquez, menyatakan aksi berlangsung damai tanpa insiden berarti.

Meski diwarnai demonstrasi, pemerintah memastikan pertandingan pembukaan tetap akan berlangsung sesuai jadwal. Sheinbaum menegaskan pemerintah tidak akan menggunakan tindakan represif untuk membubarkan aksi massa dan lebih memilih pendekatan dialog dengan para guru.

Namun, hingga kini upaya negosiasi belum menghasilkan kesepakatan. Salah seorang pengunjuk rasa, Austreberto Flores, menegaskan kelompoknya akan terus melanjutkan perjuangan hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Baca Lagi  Militer Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla, Tangkap Jurnalis Republika

Selain melakukan pemogokan, para guru juga mendirikan tenda-tenda protes di dekat zona penggemar Piala Dunia yang berada di kawasan Zocalo, alun-alun utama Kota Meksiko. Pada 1 Juni lalu, aparat kepolisian membubarkan demonstran di kawasan tersebut menggunakan peluru karet dan gas air mata.

CNTE juga menyerukan aksi lanjutan pada Kamis, yang akan melibatkan keluarga korban orang hilang. Kelompok tersebut menuntut kejelasan atas kasus-kasus warga yang diduga menjadi korban penculikan atau pembunuhan oleh aparat maupun kelompok kriminal.

Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko disebut sebagai edisi paling kompleks secara logistik dalam sejarah turnamen. Upacara pembukaan dan laga perdana yang mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan diperkirakan akan disaksikan jutaan penonton televisi di seluruh dunia.

Di sisi lain, Meksiko masih berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur menjelang turnamen, termasuk renovasi stasiun kereta bawah tanah dan peningkatan fasilitas di bandara utama negara tersebut.

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *