Home / Kesehatan / Kemenkes Sebut Kasus Hantavirus di Indonesia Sudah Ada Sejak 1991

Kemenkes Sebut Kasus Hantavirus di Indonesia Sudah Ada Sejak 1991

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI dokter Andi Saguni bicara tentang hantavirus.

Jakarta, Arena Berita – 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan hantavirus bukanlah virus baru di Indonesia. Penyakit zoonosis yang ditularkan lewat tikus maupun celurut ini sudah terdeteksi di Tanah Air pada 1991.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI dokter Andi Saguni mengatakan hantavirus dengan tipe klinis Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) terdeteksi sejak tahun 1991 di Indonesia.

“Di Indonesia, hantavirus tipe HFRS sudah ada sejak 1991,” kata Andi secara daring pada Senin, 11 Mei 2026.

Andi pun menuturkan menurut penelitian hantavirus HFRS pada celurut dan tikus ditemukan di 29 provinsi. Strain hantavirus yang menular dari tikus ke manusia di Indonesia adalah Seoul Virus (SEOV).

“Untuk tipe HFRS, belum ada bukti penularan antar manusia,” kata Andi.

Data terbaru, Kemenkes mengungkapkan pada 2024 – 2026 ada 23 kasus hantavirus di Indonesia dengan rincian 20 sembuh dan 3 meninggal dunia.

Kasus positif hantavirus paling banyak ditemukan pada 2025 dengan total 17 kasus. Sementara pada 2026 tercatat lima kasus dan pada 2024 terdapat satu kasus.

Mengenai penularan hantavirus karena ada kontak dengan tikus atau celurut terinfeksi. Bisa juga kontak dengan ekskresi dan sekresi hewan tersebut. 

Kasus hantavirus dalam 3 tahun terakhir ditemukan di 9 provinsi yakni:

Sumatera Barat: 1 kasus

Banten: 1 kasus

Jawa Barat: 5 kasus

DKI Jakarta: 6 kasus

Daerah Istimewa Yogyakarta: 6 kasus

Jawa Timur: 1 kasus

NTT : 1 kasus

Kalimatan Barat: 1 kasus

Sulawesi Utara: 1 kasus

Tipe Hantavirus di Indonesia Beda dengan di Kapal MV Hondius

Di kesempatan itu, Andi menegaskan tipe hantavirus yang ada di Indonesia yakni HFRS berbeda dengan kasus wabah di kapal pesiar MV Hondius.

Baca Lagi  Waspada Bahaya Campak: Penyebab Utama hingga Penularan

Kasus hantavirus di MV Hondius termasuk tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) dengan strain Andes Virus. Ini adalah satu-satunya strain hantavirus yang menular antar manusia.

“Tipe HPS ini adanya di Amerika khususnya di Amerika Selatan, kalau dilihat dari rute kapal MV Hondius ini memulai rute dari kota turis Ushuaia, Argentina,” tutur Andi.

Mengenal 2 Tipe Hantavirus: HPS dan HFRS

Andi mengatakan hantavirus memiliki dua tipe klinis yakni HPS dan HFRS. Di Asia termasuk Indonesia serta Eropa, kasus hantavirus yang ditemukan adalah tipe HFRS.

Sementara itu, di Amerika termasuk Amerika Selatan kasusnya kebanyakan HFRS.

HFRS

Gejala: demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, dan ikterik atau jaundice tubuh menguning.

Case Fatality Rate (Tingkat Kematian Kasus) 5-15 persen dengan masa inkubasi 1-2 minggu.

HPS

Gejala demam, nyer badan, malaise (lemas), batuk dan sesak napas.

Tingkat kematian kasus HPS lebih tinggi daripada HFRS. Angka kematian HPS ini bisa sampai 60 persen.

Masa inkubasi 1-8 minggu sementara untuk Andes virus seperti pada kasus di kapal MV Hondius bisa capai 42 hari.

Sumber:

Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *