Foto: Reuters
Arena Berita –
Pembangkit listrik tenaga nuklik Darkhovin yang ada di Provinsi Khuzestan, Iran, diserang Amerika Serikat (AS). Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan menyelidiki laporan tersebut.
Organisasi Energi Atom Iran mengutuk serangan AS yang terjadi pada pukul 03.39 waktu setempat. Pembangunan pembangkit listrik tersebut dimulai pada tahun 2022.
Dikutip detikNews dari Aljazeera, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sedang menyelidiki laporan serangan semalam di lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang direncanakan di Darkhovin, di provinsi Khuzestan barat daya Iran.
“Fasilitas tersebut berada pada tahap awal pembangunan dan tidak mengandung material nuklir saat terakhir kali dikunjungi oleh IAEA,” kata badan PBB tersebut dalam sebuah pernyataan.
Serangan yang dilaporkan tersebut diyakini tidak menimbulkan risiko radiologis, kata IAEA, tetapi Direktur Jenderal Rafael Grossi mengulangi seruan untuk “pengekangan militer di sekitar semua lokasi terkait nuklir”.
Sumber: detik















