Home / Kesehatan / Tips Minum Teh Bisa Pangkas Risiko Stroke hingga 13 Persen

Tips Minum Teh Bisa Pangkas Risiko Stroke hingga 13 Persen

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/designer491

Jakarta, Arena Berita – 

Ternyata rutin mengonsumsi teh setiap hari bisa memberikan dampak yang luar biasa untuk tubuh. Terutama bagi kesehatan jantung dan melindungsi sistem pembuluh darah.

Para ahli menyebutkan dengan mengonsumsi sekitar 500 hingga 1.000 ml teh per hari, atau setara dengan dua hingga empat cangkir, bisa membantu memperkuat sistem kardiovaskular.

Kebiasaan sederhana ini bahkan terbukti ampuh menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Memang kandungan apa yang terkandung dalam teh?

Dikutip dari laman VNExpress, rahasianya ada pada kandungan senyawa alami tumbuhan di dalamnya. Teh kaya akan kandungan katekin, theaflavin, flavonoid, dan polifenol.

Kandungan-kandungan ini bertindak sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Senyawa aktif ini bertugas melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.

Perlu diketahui, stres oksidatif dalam jangka panjang bisa merusak fungsi endotelium atau lapisan dalam pembuluh darah. Jika lapisan ini rusak, kolesterol akan lebih mudah menumpuk dan menyebabkan pengerasan arteri.

Di sinilah polifenol pada teh bekerja menjaga fleksibilitas pembuluh darah, melancarkan sirkulasi darah, dan menekan peradangan kronis.

Ampuh Pangkas Risiko Stroke hingga 13 Persen

Manfaat teh ini bukan sekadar mitos. Sebuah analisis besar dari 14 penelitian, yang melibatkan lebih dari 510.000 orang, menemukan hubungan kuat antara kebiasaan minum teh dengan penurunan risiko stroke.

Rutin meminum sekitar tiga cangkir teh setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 13 persen. Terutama jenis stroke iskemik yang terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah.

Tak hanya itu, studi tahun 2020 yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology terhadap 100.000 orang dewasa, menunjukkan mereka yang minum teh minimal tiga kali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan kematian dini.

Baca Lagi  Mengapa Konsumsi Buah Masyarakat RI Masih Rendah? Ternyata Ini Sebabnya

Hebatnya lagi, para peminum teh reguler ini tercatat baru terkena penyakit kardiovaskular 1,4 tahun lebih lambat dibanding mereka yang jarang minum teh.

Lebih Baik Teh Hijau, Hitam, atau Oolong? Ini Catatan Ahli

Banyak orang mengira teh hijau adalah yang paling sehat untuk jantung. Tetapi, para peneliti menegaskan belum ada bukti kuat bahwa teh hijau lebih unggul daripada teh hitam atau teh oolong.

Jenis-jenis teh tersebut sebenarnya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Perbedaan khasiatnya hanya terletak pada proses fermentasinya saja saat diolah.

Meski kaya manfaat, para ahli mengingatkan bahwa teh bukanlah obat untuk menyembuhkan penyakit jantung, melainkan bagian dari investasi gaya hidup sehat.

Agar manfaatnya maksimal bagi jantung, pastikan Anda meminum teh tanpa pemanis alias teh tawar, serta tidak dikonsumsi berlebihan agar tidak memicu efek buruk dari kafein.

Sumber: detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *