Home / Internasional / Amerika Desak China Soal Isolasi Ekonomi Iran: Dukung atau Lawan Kami?

Amerika Desak China Soal Isolasi Ekonomi Iran: Dukung atau Lawan Kami?

Menkeu AS Scott Bessent (dok. Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images)

Washington DC, Arena Berita – 

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melontarkan peringatan terhadap negara-negara sekutunya dan China agar mendukung isolasi ekonomi yang bertujuan “menumbangkan” pemerintah Iran. Washington mengancam konsekuensi berat bagi negara-negara yang tidak mendukung langkah tersebut.

“Ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi paling besar dalam sejarah dunia. Dan kami mendatangi mereka dengan pesan: apakah Anda berada di pihak kami atau melawan kami?” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pesannya kepada sekutu-sekutu AS, seperti dilansir AFP dan TRT World, Jumat (21/8/2026).

Pesan itu disampaikan Bessent setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa negara mana pun yang memberikan “bantuan penyelamatan dalam bentuk apa pun” kepada Iran, akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang “SANGAT BERAT”.

Saat ditanya apakah AS akan secara khusus menekan China untuk mendukung isolasi ekonomi terhadap Iran, Bessent mengatakan bahwa “akan sangat menguntungkan” jika Beijing turut mendukung langkah ini.

“Kami meyakini semua pihak ingin Selat (Hormuz) tersebut dibuka kembali, dan harga energi kembali turun. Perlu diingat bahwa China memperoleh 50 persen pasokan energinya dari kawasan Teluk. Jadi, akan sangat menguntungkan bagi mereka jika turut mendukung langkah ini,” cetus Bessent.

Lebih lanjut, Menkeu AS ini menyerukan kepada negara-negara lainnya untuk mendukung langkah AS atau menghadapi konsekuensinya.

“Jadi, inilah saatnya bagi sekutu-sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan. Kita akan melumpuhkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan melalui proksi-proksi mereka,” tegas Bessent dalam pernyataannya.

Sumber: detik

Baca Lagi  Militer Israel Gempur Teheran, Bom Kantor Presiden dan Dewan Keamanan Iran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *