Home / Internasional / Pengelola Tempat Penitipan Tewas Diserang Anjing di Hong Kong

Pengelola Tempat Penitipan Tewas Diserang Anjing di Hong Kong

Ilustrasi anjing. (Dok. Unsplash/Heshan Weeramanthri)

Hong Kong, Arena Berita – 

Seorang perempuan berusia 33 tahun ditemukan tewas di sebuah tempat penitipan anjing di Hong Kong setelah diduga diserang seekor anjing.

Dalam konferensi pers pada Kamis (20/8/2026) malam, Asisten Komandan Distrik Perbatasan Matthew Chan mengatakan polisi menerima laporan pada pukul 16.12 mengenai seorang perempuan yang ditemukan tidak sadarkan diri di Desa Ping Yeung, Ta Kwu Ling, wilayah New Territories.

Menurut Chan, perempuan yang merupakan warga setempat itu sudah meninggal ketika petugas pertolongan pertama tiba. Seekor anjing ditemukan berkeliaran di sekitar tubuh korban.

Lokasi kejadian merupakan tempat penitipan sekaligus pusat pelatihan anjing berizin. Chan mengatakan korban merupakan pemegang izin tempat tersebut.

Rekaman kamera pengawas di lokasi menunjukkan serangan terjadi sekitar pukul 14.00.

“Korban baru saja memberi makan anjing tersebut dan hendak membawanya kembali ke kandang,” ujar Chan.

Namun, anjing itu menolak masuk ke kandang dan kemudian menyerang korban yang saat itu sendirian di tempat tersebut.

Menurut Inspektur Senior Tam Kai-hin, serangan berlangsung sekitar satu menit.

Chan mengatakan enam anjing lainnya tetap berada di dalam kandang ketika serangan terjadi. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda adanya orang lain yang masuk atau membuat keributan di lokasi.

“Penyelidikan awal menunjukkan korban mengalami luka robek di kepala, leher, dan lengan, serta luka akibat gigitan hewan,” ungkap Chan.

Anjing yang menyerang korban merupakan anjing lokal yang diperkirakan berusia sekitar satu tahun dengan panjang tubuh sekitar satu meter dan bobot 30 kg.

Menurut Chan, anjing tersebut dibawa ke tempat penitipan oleh sejumlah relawan pada 11 Agustus dan sedang menunggu untuk diadopsi.

Baca Lagi  Donald Trump akan Umumkan Dewan Perdamaian Gaza Awal 2026

Chan mengatakan anjing itu kini ditempatkan di Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong untuk menjalani observasi.

Pemeriksaan post-mortem akan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Chan menuturkan polisi juga akan menyelidiki apakah terdapat pelanggaran atau kelalaian dalam kasus tersebut.

“Kami berharap dapat mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi korban,” tuturnya.

Tuai Sorotan Warganet China

Kasus tersebut terjadi setelah insiden lain di Hong Kong yang menewaskan dua anjing peliharaan akibat serangan seekor anjing berukuran lebih besar yang dilepas tanpa tali. Peristiwa itu memicu kekhawatiran mengenai pengelolaan anjing berukuran besar di kota tersebut.

Berdasarkan hukum Hong Kong, anjing dengan berat 20 kilogram atau lebih harus dipasangi tali pengikat yang kuat dengan panjang maksimal dua meter ketika berada di tempat umum.

Pelanggar dapat dikenai denda hingga 25.000 dolar Hong Kong atau Rp 56,4 juta dan hukuman penjara maksimal tiga bulan.

Kasus terbaru ini juga menyita perhatian warganet China. Pada Jumat (21/8) pagi, berita mengenai serangan tersebut berada di posisi teratas daftar pencarian populer Weibo.

Banyak warganet mengaku terkejut dengan kejadian itu.

Seorang pengguna Weibo bernama Xi Liaoli mengaku sulit mempercayai bahwa anjing tersebut menyerang pengelola tempat penitipan yang dianggap terlatih menangani anjing.

Xi mengatakan, “Menggigit manusia merupakan bagian dari naluri anjing. Seberapa pun anjing dilatih untuk menekan naluri itu, suatu hari naluri tersebut bisa muncul kembali. Sekadar menyebutnya ‘doggy’ tidak akan mengubah sifat alaminya.”

Pengguna lain bernama A Kang menyebut kejadian tersebut sebagai “peringatan keras”.

Menurut A Kang, orang pada umumnya akan kesulitan menahan serangan anjing berbobot 30 kilogram ketika hewan itu menerjang dan menindih tubuh.

Baca Lagi  Israel Respons Kecaman 14 Negara soal Perluasan Permukiman di Tepi Barat

“Baik Anda pemilik anjing maupun bekerja di industri hewan peliharaan, langkah-langkah keselamatan benar-benar tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Sumber: Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *