Home / Internasional / Amerika Kembali Serang Iran Diam-Diam, Targetnya Pulau Qeshm

Amerika Kembali Serang Iran Diam-Diam, Targetnya Pulau Qeshm

Pesawat tempur FA-18E Super Hornet Angkatan Laut AS lepas landas dari USS George Washington. Foto: AFP PHOTO / TOSHIFUMI KITAMURA

Arena Berita –

Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Pulau Qeshm, Iran, pada Senin (2/11). Serangan tersebut dilaporkan berlangsung secara diam-diam atau tanpa pengumuman terbuka — di tengah upaya diplomatik Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan.

Dikutip dari Wall Street Journal (WSJ) via AFP, Selasa (3/11), serangan terhadap Qeshm merupakan bagian dari serangkaian operasi militer terbatas yang dilakukan AS terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir. WSJ mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Pulau Qeshm merupakan pulau terbesar di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia. Serangan tersebut disebut oleh sejumlah pejabat AS sebagai tindakan defensif untuk mencegah Iran menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi selat tersebut.

Sepanjang konflik dengan Iran, AS telah beberapa kali menyerang Pulau Qeshm dan wilayah sekitarnya. Pada 6 Juni, AS menyerang fasilitas radar dan pengawasan pantai di Qeshm dan Goruk. 

Serangan kembali dilaporkan pada 14 Juli, disusul serangan ke Desa Masan pada 16 Juli dan kawasan permukiman pada 30 Juli. Pada 1 September, AS melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer, termasuk sistem pertahanan udara, radar, aset maritim, fasilitas peletakan ranjau laut, dan komunikasi milik IRGC. 

Lima Ledakan Terdengar

Media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa lima ledakan terdengar secara beruntun di Pulau Qeshm. Sejumlah warga juga mengaku melihat dua pesawat terbang di wilayah udara pulau tersebut.

Pentagon mengarahkan pertanyaan mengenai laporan serangan itu kepada Komando Pusat AS (CENTCOM). Namun, hingga Senin malam, CENTCOM belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi AFP.

Baca Lagi  Demonstrasi Tuntut Presiden Bolivia Mundur Berujung Rusuh

WSJ melaporkan, Washington tidak mengumumkan secara terbuka serangkaian serangan terbatas tersebut. Langkah itu dilakukan agar tidak menimbulkan kesan bahwa AS berniat kembali melancarkan operasi tempur berskala besar.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin tercapai. Pernyataan itu disampaikan menjelang pemilu sela atau midterm elections di AS yang digelar pada Selasa (3/11).

Sumber: kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *