Pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah terbakar usai diserang Iran. Foto: X
Washington, Arena Berita –
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mencatat empat personel militer tewas dan 207 lainnya terluka sejak konflik antara AS dan Iran kembali memanas pada Juli.
Berdasarkan pembaruan sistem Defense Casualty Analysis System Pentagon hingga 25 Juli, operasi militer AS terhadap Iran dengan sandi Operation Epic Fury telah menelan total 14 korban tewas dan 417 korban luka.
Mengutip Xinhua, Senin, 27 Juli 2026, Pentagon juga menambahkan kategori baru Overseas Operations yang secara terpisah mencatat korban sejak 7 Juli, tanggal yang ditetapkan pemerintah AS sebagai awal putaran terbaru permusuhan dengan Iran.
Dalam kategori tersebut tercatat empat personel militer AS tewas dan 207 lainnya terluka. Namun, Kementerian Pertahanan AS belum mengonfirmasi apakah seluruh personel yang terluka dalam kategori itu merupakan korban yang terkait langsung dengan konflik AS-Iran.
Basis data Pentagon hanya mencantumkan nama personel yang tewas tanpa merinci waktu, lokasi, maupun penyebab kematian mereka.
Pemerintahan Presiden Donald Trump pada 10 Juli mengirim surat kepada Kongres yang menyatakan serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz pada 7 Juli telah melanggar pengaturan gencatan senjata sebelumnya. Atas dasar itu, Gedung Putih menetapkan 7 Juli sebagai awal dimulainya kembali permusuhan dengan Iran.
Berdasarkan hukum AS, presiden pada umumnya tidak dapat melibatkan militer dalam konflik bersenjata selama lebih dari 60 hari tanpa memperoleh persetujuan Kongres.
Sumber: MetroTV















